Warga Blokir Jalan Negara di Amanuban Selatan

oleh -10.6K views

Linamnutu, fakta-tts.com – Sejumlah warga kampung Pubabu yang bermukim di kawasan hutan Besipae desa Linamnutu kecamatan Amanuban Selatan kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan aksi pemblokiran ruas jalan negara di wilayah desa itu, Minggu (9/2/2020) siang.

Aksi itu dilakukan menyusul himbauan gubernur NTT, Victor B. Laiskodat kepada warga setempat untuk mengosongkan kawasan hutan Besipae yang ditempati warga.

Himbauan tersebut disampaikan langsung oleh gubernur ke beberapa warga di lokasi tersebut, Minggu (9/2/2020). saat itu gubernur dan rombongan dalam perjalanan menuju kabupaten Malaka. Tiba di lokasi itu gubernur Viktor dan rombongan berhenti sejenak dan menemui warga yang bermukim di tepi jalan dan menyampaikan himbauan terssbut.

Gubernur menghimbau agar kawasan tersebut dikosongkan karena kawasan itu milik pemerintah provinsi NTT yang digunakan sebagai lokasi peternakan.

Dikutip dari zonalinenews.com, masyarakat berkeberatan atas himbauan tersebut karena lokasi yang ditempati adalah tanah leluhur mereka dan mereka akan tetap bertahan ditempat tersebut.

Selain memblokir jalan warga juga menahan kendaraan dinas Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang-NTT.

Babinsa Amanuban Selatan, Sertu Obaja Soinbala via telpon seluler menyampaikan arus lalulintas di ruas jalan NTT-Timor Leste itu sempat terganggu beberapa jam pada Minggu (9/2/2020) dari pukul 11. 00 Wita hingga pukul 13 :10 wita. Pemblokiran jalan dengan tumpukan material kayu dan lainnya itu baru dibuka Senin (10/2/2020) dini hari pukul 01. 20 wita.

Dikabarkan pemblokiran itu dihentikan setelah dilalukan upaya lobi oleh Babinsa Amanuban Selatan, Babinsa Noebeba Serda Beny Leo, Camat Amanuban Selatan John Asbanu, tim intel kodim 1621/TTS dan tim intel Polres TTS dengan masyarakat setempat.

Meski lobi berhasil namun warga menahan satu kendaraan yang dinas sebagai jaminan agar Gubernur NTT dapat kembali ke lokasi pubabu guna melakukan dialog dengan mereka.

Masyarakat meminta Gubernur NTT menemui mereka untuk membicarakan lagi soal pemanfaatan kawasan itu.(*/Eli/zonalinenews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *