TRANSFORMASI PERUBAHAN HIDUP HARUS DIMULAI DARI RUMAH TANGGA

oleh -555 views
ilustrasi

Oleh: Yongki Banoet/Guru SMA Negeri Kapan

KONSEP pendidikan dan kebudayaan merupakan dua unsur  besar yang menunjang kehidupan bermasyarakat  di zaman sekarang.  Banyak kalangan melihat adanya perbedaan yang sangat besar antara pendidikan dan kebuyaaan namun sesunggunya kedua poin ini jika dipadukan atau dikembangkan secara seimbang akan menghasilkan  sebuah pola kehidupan yang sangat bermartabat. Realita yang ada sekarang sangat berbanding terbalik dengan situasi di zaman sebelumnya dimana zaman yang sudah berlalu, banyak masyarakat kita dengan pola budaya yang klasik mengangap pendidikan sebagai sesuatu yang sulit untuk digapai sehingga banyak orang kesulitan untuk bersekolah.  abad 21 merupakan era terciptanya  banyak sarjana yang berkecipung di setiap instansi pemerintahan, lembaga pendidikan bahkan banyak yang berbaur langsung dengan masyarakat. Kenyataan  ini sebagai bukti bahwa seiring bergulirnya waktu, pendidikan bukan lagi hal yang sulit di gapai, bukan lagi momok bagi masyarakat, pendidikan sendiri sudah merupakan bagian tidak terpisah dengan kebutuhan hidup.

Pendidikan dan kebudayaan yang saat ini merupakan bagian vital yang menunjang kesejahteraan hidup bermasyarakat dipandang perlu untuk dibaharuinya  sejumlah apersepsi keliru yang sejauh ini dianut oleh masyarakat sosial bahkan  kaum intelektual dari setiap lapisan. Ditinjau dari apa yang dialami masyarakat pada umumnya terdapat dua asumsi keliru yang harus ditinjau kembali dengan cermat oleh para pelaku pendidikan, pemangku adat, dan kaulah muda sebagai generasi pemegang tongkat estafet pembangunan di daerah. Dua asumsi keliru itu antara lain:

             Masyarakat  sosial yang menganut paham kebudayaan  sangat fanatik tidak ingin bersekolah, disetiap kampung yang dijumpai sepertinya memiliki paham yang hampir sama yakni, mereka yang menjaga rumah adat (sonaf) dan  kampung tua (kua mnasi) tidak diperbolehkan sekolah karena telah ditugaskan sebagai pemangku adat( ana lasi) oleh para leluhur yang tugasnya hanya mengurus segala kegiatan adat di lingkungan.

             Masyarakat yang mendapat kesempatan bersekolah di didik di sekolah dengan model pendididikan yang modern, lupah tentang budaya yang mengakibatkan hilangnya nilai moral dan karakter bangsa seperti, etika, sopan santun, komunikasi yang teratur. Kelompok ini, karena pengetahuan keliru yang terdapat didalam angan mengagap bahwa sekolah sangat penting dan terlepas dari budaya. Kenyatan keliru inilah yang mengakibatkan krisis moral sementara marak ditemukan dan lasim terjadi di tubuh cyvitas  pendidikan seperti yang terjadi disetiap daerah ada tawuran siswa antar sekolah, tingginya egoisme dan makin hilangnya gotong royong.

Dua hal diatas perlu adanya proses transformasi yang signifikan sehingga generasi saat ini dan generasi berikutnya  menganut slogan baru bahkan wajib untuk masing masing orang yang hidup bermasyarakat menganut paham yang sama yakni: “orang yang berbudaya wajib berpendidikan dan orang orang pendidikan wajib menumbuhkan budaya karakter banggsa di lingkungan”

 

Pertanyan yang butuh untuk disikapi bersama saat ini adalah “ dari mana dimulai transformasi perubahan itu?

Perubahan pola pikir dan pola langkah menuju pencapaian target membudayakan pendidikan dan menjadikan pendidikan itu berbudaya harusnya digerakan mulai dari rumah tangga sebagai lingkungan organisasi paling sederhana dalam  bermasyarakat. Setiap orang tua sebagai pencipta generasi baru harusnya mulai mensosialisasikan hal  yang penting  tentang pendidikan di era global, budaya yang bermartabat di Zaman yan sangat  instan sehingga setiap anak sudah mengenal hal yang baik sejak dini sebelum dilepas untuk keluar ke lingkungan sosial yang lebih besar. Anak sejak usia balita sudah harus didorong untuk lebih tanggap terhadap perilaku moral, diberitahukan tentang bagaimana dia berlaku jujur terhadap diri dan menyadari potensi apa yang dimiliki didalam diri indifidu itu yang nanti kemudian hanya dikembangkan saja di sekolah dan didukung oleh lingkungan sosial yang luas tetapi pada dasarnya anak keluar dari lingkungan rumah tangga sudah tahu tentang dasar dasar kehidupan yang  perlu untuk dikembangkan dan yang nantinya bermanfaat bagi kehidupan dikemudian ketika sudah hidup mandiri. Potensi diri akan diketahui dengan jelas dan dapat dikembangkan menjadi lebih bermanfaat ketika sudah terbentuknya nilai nilai moral, nilai seni, budaya klasik yang dikolaborasi secara ilmiah sudah dipastikan telah bertumbuh dalam diri generasi yang berkembang. Sebagaimana telah ditinjau pada bagian ini maka dapat disimpulkan  bahwa, sesunggunya  segala  bentuk perubahan,didasari oleh nilai moral dan karakter yang layak karena moral dan karakter merupakan motor penggerak perubahan pola hidup yang layak dan berwibawa dimana pembentukan dasar nilai moral dan karakter harus dibentuk sejak dini dari lingkungan rumah tangga.

****Ajar  dan tuntunlah anak  muda sesuai jalan yang benar sehingga dimasa tuanya dia tetap ada pada jalan itu****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *