‘Pesan’ Taman Balon Bu’at Untuk Pariwisata TTS

oleh -3.7K views

Editorial – fakta-tts.com)

Kehadiran manajemen Jiwans Garden di hutan wisata Bu’at desa Noinbila kecamatan Molo selatan kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup menyedot perhatian publik bumi Cendana.
Konsep taman balon warna warni di tengah hutan Mahoni Bu’at menampilkan suasana eksotis yang lahir dari perpaduan alam dan konsep modernisasi yang tak hanya indah dipandang namun menyiratkan semangat pembaruan yang inovatif.
Konsep ini adalah hal baru di dunia pariwisata TTS sehingga tak heran kalau kehadiran taman balon Jiwans itu menyita perhatian publik.
Namun apadaya, setelah beberapa hari muncul, konsep baru pariwisata ala milenial yang ditawarkan seorang Jiwan Saduk, pemuda kabupaten Kupang, untuk dinikmati pengunjung yang ingin berfoto-foto, terhalang kebijakan Pemda TTS. Pemda TTS melalui sat pol PP dan Dinas pariwisata menghentikan konsep kreatif Jiwan di hutan Bu’at itu. Alasannya soal prosedur ijin pemanfaatan hutan untuk dikomersilkan oleh indifidu.
Manajemen Jiwans garden kabarnya hanya mengantongi ijin lisan dari oknum di UPT Kehutanan kabupaten TTS. Pas masuk Rp 10.000 per pengunjung yang dipatok manajemen Jiwans juga memantik reaksi sejumlah pengguna medsos. ‘Mesti ada kontribusi juga buat daerah karena lokasi tersebut berada dalam wilayah administrasi kabupaten TTS’. Begitulah tanggapan sejumlah Facebooker yang mendukung penghentian aktitas Jiwans garden di Bu’at.
Niat masyarakat yang ingin berfoto-foto di taman balon Jiwans di Bu’at pun terbendung. Jiwans menutup aktifitasnya sementara setelah kedatangan wakil Pemda TTS tersebut.
Kabarnya selang dua hari kemudian taman balon jiwans kembali dibuka karena adanya ‘lampu hijau’ dari petinggi pemerintahan provinsi dan kabupaten TTS setelah terjalin koordinasi pasca penghentian sementara oleh pemd TTS itu.
Namun dibalik persoalan itu, ada pesan penting yang  tersirat yang tidak tersampaikan langsung  oleh manajemen Jiwans Garden.
Ide kreatif yang ditunjukan seorang Jiwan Saduk di Bu’at sebenarnya menjadi hal berharga bagi pengembangan pariwisata kabupaten TTS.
Pengembangan pariwisata kabupaten TTS tidak boleh berdiam dengan membiarkan keindahan alam yang khas itu tanpa ada inovasi. Pengunjung atau wisatawan memang menginginkan keindahan alam yang asli namun sentuhan kreatifitas modern yang dipadukan mungkin akan menjadi penambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Dinas pariwisata sebagai dinas tekhnis pengelola pariwisata harus punya ide kreasi baru yang mampu menjawab kebutuhan wisatawan yang turut berkembang juga setiap waktu. Kolaborasi keindahan alam yang khas dengan sedikit penataan kawasan wisata yang modern mungkin bisa menjadi solusi pengembangan pariwisata TTS.
Kehadiran Jiwans di Bu’at  yang menyedot animo masyarakat yang cukup besar seakan mengirim pesan untuk dinas pariwisata kabupaten TTS segera berbenah. Pengembangan pariwisata butuh konsep inovatif.
Jiwans memilih hutan Bu’at untuk mengimplementaiskan ide kreatifnya. Kenapa hutan Bu’at yang dipilih?, tentu ada pertimbangan manajemen Jiwans. Bisa saja karena keindahan alam yang khas itu perlu dikawinkan dengan konsep modern demi menjawab animo masyarakat di jaman milenial yang membutuhkan sesuatu yang baru. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *