Di Timor, Peluang Victor Dan Esthon Lebih Baik Dibanding Emmy Dan Benny

oleh -849 views
Kota SoE, Fakta TTS-Jelang akhir tahun 2017 ini sudah tiga pasangan bakal calon (balon) gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bisa dipastikan akan melangkah pada tahapan pendaftaran calon di KPU awal Januari 2018 mendatang setelah mengantongi dukungan politik yang cukup, minimal 20 persen dari partai politik (parpol) yang punya kursi di DPRD.
Ketiga paket tersebut adalah paket balon Victor Bungtilu Laiskodat-Josef Naisoi yang didukung partai NasDem,Golkar dan Hanura, paket Esthon Foenay-Christian Rotok yang diusung Gerindra dan PAN serta paket Marianus Sae-Emmy Nomleni yang didukung partai PDIP dan PKB. Masih ada satu balon paket lain yang tersosialisasi lewat media sosial (medsos) Facebook yakni Benny Harman-Benny Litelnoni, wagub NTT saat ini.
Alfred Baun, mantan anggota DPRD NTT asal kabupaten TTS kepada Fakta TTS mengatakan jika jika Benny Harman dan Benny Litelnoni jadi berpasangan untuk mendaftar di KPU maka bisa dipastikan hanya ada empat paket calon di pilgub NTT. Dan dari komposisi keempat paket tersebut terdapat empat figur Timor yang ikut dalam kontestasi tersebut yakni Victor Laiskodat dan Esthon Foenay sebagai cagub dan Emmy Nomleni dan Benny Litelnoni sebagai cawagub.
Menurut Alfred keempat figur tersebut punya basis pemilih di pulau Timor yang meliputi wilayah kabupaten Kupang, Kota Kupang, kabupaten TTS, TTU, Belu dan Malaka. Namun soal peluang meraup suara signifikan dari figur Timor dalam empat paket tersebut hanya Victor Laiskodat dan Esthon Foenay.
“Saya melihat 4 figur berasal dari daratan Timor ini masing masing memiliki kemampuan Poltik untuk meraih simpati orang Timor itu berbeda. Saya menyimpulkan yang bersaing dari 4 figur yang ada hanya pak Eston dengan pak Victor yang akan meraih suara tertinggi,”katanya.
Emmy Nomleni diakui adalah figur asal kabupaten TTS namun kondisi PDIP di kabupaten TTS yang tanpa kursi di DPRD TTS menurut Alfred bisa menjadi salah satu persoalan tersendiri dalam meraup simpati warga. Selain itu deklarasi paket Victory-Joss yang dihadiri sejumlah elit politik PDIP di daratan Timor juga bisa berpengaruh negatif terhadap simpati masyarakat terhadap paket yang diusung PDIP.
Sementara untuk Benny Litelnoni kata Alfred kekuatannya tergantung mesin partai koalisi yang mendukung paket tersebut. “Pak Benny Litelnoni menurut Saya kekuatan pertama adalah mesin politik Partai koalisi menjadi dasar, tetapi dukungan masyarakat kurang signifikan, ini butuh kerja esktra dari pak Benny Litelnoni melalui tim kerja,”katanya.
Esthon dikatakan selain mesin partai pendukung, pergerakan Esthon yang menyasar kultur masyarakat Timor adalah kelebihan tersendiri namun dengan munculnya Victor Laiskodat, kekuatan Esthon tersebut cukup terganggu karena Victor Laiskodat juga punya latar belakang kultur yang sama dengan Esthon.
Kultur dianggap masih menjadi komoditi kuat untuk meraih simpati karena alasan memilih masyarakat yang ukumnya masih tradisional.
“Pak Eston selain mesin politik parpol koalisi, kekuatan yang diperhitungkan adalah bergerak di bidang kultur dan kekeluargaan di strata sosial orang Timor yang masih kental termasuk ketokohan dan mantan birokrat, namun dengan adanya pak Victor maka kekuatan pak Esthon sangat terganggi dan butuh konsentrasi yamg utuh dalam mengemas Politik di daratan Timor untuk mencapai hasil pada 5 bulan mendatang. Karena itu menurut saya yang bersaing dari 4 figur Timor yamg ada hanya pak Eston dengan pak Victor,”kata Alfred. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *