Simpatisan PKPI Kabupaten TTS Ancam Demo Pengurus

oleh -979 views
Nabopolasar Bansae, salah satu wakil ketua DPK PKB TTS saat mendatangi redaksi Fakta TTS, Selasa (19/12/2017)

Kota SoE, Fakta TTS-Sejumlah pengurus dan simpatisan Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Partai Keadilan Perastuan Indonesia (PKPI) daerah pemilihan (dapil) V kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengancam akan melakukan aksi demonstrasi ke sekretariat partai jika pengurus tingkat atas partai tersebut tidak menetapkan kader partai sendiri untuk dicalonkan dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) TTS tahun 2018 mendatang.

Ancaman tersebut disampaikan Nabopolasar Bansae, salah satu wakiul ketua DPK PKPI kabupaten TTS saat mendatangi redaksi Fakta TTS, Selasa (19/12/2017).

Nabopolasar mengatakan dirinya dan sejumlah pengurus dan simpatisan PKPI di dapil V kabupaten TTS, seperti Melki Malelak, Elki Selan dan Adam Talan sebelumnya sudah berdiskusi soal dinamika politik penetapan figur dukungan PKPI di Pilkada TTS. Dan dalam diskusi tersebut mereka bersepakat agar PKPI mengusung kader sendiri, Uksam Selan, yang telah ditetapkan bersama sebelumnya dengan DPC PKB kabupaten TTS yakni paket Johanis Lakapu-Uksam Selan.

“kami akan demo ke sekretariat partai jika partai tidak mengusung figur sendiri. Dari awal proses dalam partai sudah sepakat untuk utamakan kader sendiri dan hal itu disampaikan secara transparan ke public, bahkan sudah sepakat dengan PKB untuk usung paket Lakapu-Selan. Dan jika akhirnya partai mendukung figur yang bukan partai maka jelas ini selain mengecewakan kader dan PKB, ini juga akan merusak citra partai dan kami akan bergerak karena seolah-olah PKPI mungutamakan hal lain bukan komitemen yang sudah dibuat,”kata Bansae.

Ia meminta agar pengurus PKPI di tingkat atas tidak ceroboh mengambil keputusan terkait pilkada TTS karena jika salah mengambil keputusan, tidak sesuai dengan aspirasi dari bawah dan komitmen yang dibuat maka itu akan merugikan PKPI di pemilu 2019.

“Demi kepentingaan Pemilu 2019 maka PKPI harus utamakan kader sendiri karena jika bersikeras pilih figur luar partai maka PKPI itu akan merugikan PKPI di pemilu 2019. Bukan tak mungkin PKPI nantinya tidak punya fraksi DPRD TTS karena kader dan simpatisan kecewa,”katanya Bansae. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *