Dugaan Politik Uang di PSU Pilkada TTS Tetap Diproses

oleh -1.6K views

Kota SoE,Fakta TTS-Kasus dugaan praktik Money Politic atau Politik uang dalam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 30 TPS pada Pilkada Timor Tengah Selatan (TTS), 20 Oktober 2018 tetap diproses.

Pihak Panwaslu TTS sudah menyelesaikan kajian dan analisanya terhadap temuan dan laporan yang diterima 19 Oktober 2018 dan hasilnya sudah diserahkan ke penyidik Polres TTS untuk ditindaklanjuti.
“Sudah di rekomendasi ke Polres untuk ditindaklanjuti sesuai Peraturan per undangan-undangan yang berlaku,”Demikian disampaikan ketua Panwaslu TTS, Melki Gay kepada Fakta TTS, Kamis (25/10/2018).
Melky enggan menjelaskan soal kronologi kasus itu.”lebih jelas tanya di Polres saja. intinya kami sudah rekomendasikan untuk ditindaklanjuti,”kata Fay.
Kasat serse Polres TTS, Iptu Jamari yang dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Kita segera tindaklanjuti,nanti kami kabari,”kata Jamari melalui layanan WhatsApp.
Dugaan politik uang ini terjadi H-2 PSU tepatnya Kamis (18/10/2018) malam.
Dua oknum pemilih di desa Lanu kecamatan Amanatun Selatan dan desa Boentuka kecamatan Batu putih dikabarkan didatangi oknum tertentu pada Kamis malam yang memberikan mereka uang masing-masing Rp 100.000. Dugaan pemberian uang oleh “tamu tak diundang” itu diduga dimaksudkan untuk mengarahkan warga yang ditemui untuk memilih pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Drs Obed Naitboho,M.Si dan Aleksander Kase,S.Pdk di PSU nanti.
Panwascam kecamatan Amanatun Selatan, Andi Tamelan kepada Fakta TTS melalui sambungan telepon Jumat (19/10/2018) pagi menyampaikan Kamis (18/10/2018) malam sekitar pukul 22.00 wita ia mendapat informasi dari warga kalau ada oknum warga di desa Lanu atas nama Yosepus Kabnani didatangi oknum warga yang tidak dikenali di rumahnya dan memberi uang untuk memilih paslon tertentu saat PSU.
Ia kemudian menemui Yosepus di rumahnya malam itu juga. Kata Tamelan,  saat tiba di rumah Yosepus, pemberi uang sudah tidak berada lagi di rumah Yosep. namun kata Tamelan, Yosepus mengaku baru saja dikasih uang Rp 100 ribu  oleh ‘Tamu tak diundang’  yang
mengarahkannya untuk memilih paslon nomor urut 2.
Andi Tamelan mengatakan pihaknya sementara membuat laporan untuk disampaikan ke Panwaslu kabupaten TTS. “kami sementara buat kronologi tertulisnya untuk disampaikan ke Panwaslu kabupaten. secara lisan sudah disampaikan,”katanya.
Kabar yang diperoleh Fakta TTS yang belum terkonfirmasi bahwa untuk desa Boentuka ada 10 orang yang dimintai keterangan pihak Panwaslu karena menerima uang, sementara untuk desa Lanu ada sebanyak 14 orang. Panwaslu TTS maupun Polres masih enggan menjelaskan soal ini termasuk soal asal uang yang diterima warga ketika diminta konfirmasi Kamis siang tadi. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *