Oknum Bacaleg di TTS Terima Suket Sehat Palsu?

oleh -2.3K views

Kota SoE,Fakta TTS-Oknum bakal calon anggota legislatif (bacaleg) partai Berkarya di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial GN mengaku telah menerima Surat keterangan (Suket) Sehat dari RSUD SoE. Namun suket tersebut diduga palsu karena tidak diakui pihak RSUD SoE saat GN hendak melegalisir copian suket tersebut, Rabu (11/7/2018) di RSUD SoE.

GN kepada wartawan di sekretariat partai Berkarya kabupaten TTS, Rabu (11/7/2018) sore menjelaskan Suket kesehatan berlogo Pemda TTS, berkop RSUD SoE dengan nomor: RSUD.35.01.01/2010/2018 tertanggal 31 Mei 2018 tersebut diperoleh dari SW, bekas ketua salah satu parpol peserta pemilu 2019 pada sekitar tanggal 19 Juni 2018 lalu.

Sebelumnya kata GN, dia dan empat orang rekan sesama bacaleg menemui SW di rumahnya karena ditawari SW untuk mengurus suket kesehatan dari RSUD SoE bagi mereka dengan tarif Rp 250 ribu/bacaleg. “saat itu empat teman saya langsùng kasih uang masing-masing Rp 250 ribu kecuali saya yang belum kasih karena belum punya cukup uang,”katanya.

Beberapa hari kemudian ia bertemu dengan SW untuk menerima suket kesehatan dari SW. Ia tidak punya prasangka buruk karena di suket tersebut ada tandatangani dokter Juan Manu sebagai dokter pemeriksa di RSUD SoE. padahal kata GN ia tidak pernah diperiksa oleh dokter Juan untuk keperluan suket bacaleg.
“saya kaget karena saat saya serahkan fotocopi surat itu  untuk legalisir, petugas minta lihat surat yang asli, saya tunjukan yang asli, petugas itu bilang ini surat bukan keluar (diterbitkan) RSUD SoE karena ada beberapa kejanggalan,”kata GN.

Kata GN, petugas laki-laki yang tidak diketahui namanya itu menjelaskan kepadanya kalau suket asli yang diterbitkan RSUD SoE itu berlogo hitam putih tidak warna-warni, stempel atau cap asli dari RSUD SoE ada cekungan digaris pinggir bagian atas tidak seperti garis pinggir stempel yang tertera di suket yang ia tunjukan. selanjutnya tambah GN, petugas tersebut juga mengatakan kalau nomor suket sehat untuk bacaleg yang diterbitkan RSUD SoE belum sampai pada nomor seperti yang tertera di suket yang ditunjukannya. kata GN, petugas tersebut juga meragukan Tanda tangan dokter Juan Manu yang tertera di suket kesehatan yang ia tunjukan.
“dari penjelasan petugas itu, ada banyak kejanggalan dari surat keterangan yang saya tunjukan itu. petugas itu bilang surat keterangan sehat yang saya punya itu palsu dan petugas itu bilang kalau sebelum saya ada juga beberapa orang bacaleg yang bawa surat seperti saya, ada tandatangan dokter Juan, stempel rumah sakit namun itu diragukan kebenarannya oleh rumah sakit sehingga tidak dilegalisir,”kata GN yang mengaku hanya membayar Rp 200 ribu ke SW.

GN mengatakan belum berencana untuk membawa hal tersebut ke ranah hukum meski ia merasa jadi korban. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *