Usung Figur ‘Asing’, Hanura Tepis Isu Mahar Tinggi

oleh -1.6K views

Kota SoE, Fakta TTS-Partai Hanura akhirnya memutusan mengusung figur ‘asing’ (bukan kader dan bukan figur yang mendaftar) di DPC Hanura kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) untuk ikut Pilkada TTS. Surat Keputusan (SK) dukungan partai Hanura akhirnya diberikan kepada Epi Tahun (birokrat) dan Army Konay, kader NasDem yang kini duduk di DPRD NTT. Kedua figur yang sebelumnya sudah memperoleh dukungan partai Golkar itu tidak pernah mendaftar di DPC Hanura TTS saat pendaftaran dibuka sekitar Agustus 2017 lalu. Waktu itu pihak DPC Hanura TTS mengatakan hanya figur yang mendaftar yang akan diproses untuk mendapatkan dukungan.

Kabar beredar gugurnya sejumlah kader Hanura yang mendaftar balon bupati-wabup di DPC Hanura TTS diduga karena mahar tinggi yang tak mampu ditebus.
Isu ini ditepis ketua DPC Hanura kabupaten TTS, Youngky Tan yang dihubungi lewat telepon, Senin (8/1/2018). “Isu bilang mahar Rp 1,4 miliar itu tidak benar. Kita usung figur lain karena kita tidak mau kita jadi penonton, Joker mati ditangan,”katanya.
Dikatakan kader Hanura dan figur lain yang mendaftar di DPC Hanura TTS tak bisa diberikan SK dukungan karena terganjal saat berproses di DPD Hanura provinsi NTT.
Persoalan yang mengganjal para kader dan figur lain yang mendaftar adalah soal penyiapan dukungan bagi kandidat dari partai lain sebagai partai koalisi yang tidak bisa disiapkan para kandidat jelang hari H pendaftaran di KPU tanggal 8 Januari 2018. “Kader Hanura ada dua orang, pak David dan pak Ten Tualaka yang berproses sampai provinsi, tapi pasangan mereka tidak bisa amankan SK dari partai yang dibawa. Sampai injuri time tidak ada kepastian dari mereka sehingga dari pada kita joker mati ditangan, SK kita berikan ke kandidat lain yang sudah punya dukungan. SK-nya baru diserahkan Minggu (7/1/2018) malam saat ada tawaran dari Golkar,”katanya.
David Boimau, kader Hanura di DPRD TTS yang telah bersosialisasi berpasangan dengan Jhon Oematan, kader Gerindra, kepada Fakta TTS di kantor DPRD TTS mengakui langkah politiknya menunu Pilkada TTS terganjal finansial. “Terlalu tinggi,”kata David Boimau. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *