Warga di Lanu & Boentuka di Kasih Rp 100 Ribu Diduga Untuk Pilih Paslon Nomor 2

oleh -2.7K views
Kota SoE,Fakta TTS- H-2 jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada TTS di 30 TPS Sabtu 20 Oktober 2018, Kamis (18/10/2018) malam mencuat kabar yang mengagetkan. Diduga terjadi politik uang di dua dari 19 desa yang melaksanakan PSU.
Dua oknum pemilih di desa Lanu kecamatan Amanatun Selatan dan desa Boentuka kecamatan Batu putih dikabarkan didatangi oknum tertentu pada Kamis malam yang memberikan mereka uang masing-masing Rp 100.000. Dugaan pemberian uang oleh “tamu tak diundang” itu diduga dimaksudkan untuk mengarahkan warga yang ditemui untuk memilih pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Drs Obed Naitboho,M.Si dan Aleksander Kase,S.Pdk di PSU nanti.
Panwascam kecamatan Amanatun Selatan, Andi Tamelan kepada Fakta TTS melalui sambungan telepon Jumat (19/10/2018) pagi menyampaikan Kamis (18/10/2018) malam sekitar pukul 22.00 wita ia mendapat informasi dari warga kalau ada oknum warga di desa Lanu atas nama Yosepus Kabnani didatangi oknum warga yang tidak dikenali di rumahnya dan memberi uang untuk memilih paslon tertentu saat PSU.
Ia kemudian menemui Yosepus di rumahnya malam itu juga. Kata Tamelan,  saat tiba di rumah Yosepus, pemberi uang sudah tidak berada lagi di rumah Yosep. namun kata Tamelan, Yosepus mengaku baru saja dikasih uang Rp 100 ribu  oleh ‘Tamu tak diundang’  yang
mengarahkannya untuk memilih paslon nomor urut 2.
Andi Tamelan mengatakan pihaknya sementara membuat laporan untuk disampaikan ke Panwaslu kabupaten TTS. “kami sementara buat kronologi tertulisnya untuk disampaikan ke Panwaslu kabupaten. secara lisan sudah disampaikan,”katanya.
Melki Fay, ketua Panwaslu TTS yang dihubungi pertelepon membenarkan adanya dugaan politik uang tersebut namun hingga Jumat pagi pihaknya belum menerima laporan tertulis dari pihak kecamatan.
Bahkan Melki mengatakan informasi yang sama juga diperoleh dari PPL dan Panwascam Batu putih, bahwa pada Kamis malam ada warga yang didatangi oknum tertentu yang memberikan uang Rp 100.000 terkait pelaksanaan PSU. Informasi yang diperoleh Fakta TTS oknum warga di Boentuka itu disampaikan untuk memilih paslon nomor urut 2.
Ditanya soal sanksi atas dugaan tindakan politik uang tersebut, Melki mengatakan pihaknya belum bisa memastikan sanksi yang bisa diberikan karena belum menerima laporan tertulis dari pihak kecamatan. Dari laporan tertulis yang diterima baru bisa dilakika kajian untuk menentukan persoalan tersebuk masuk tindakan pidana atau bukan.
“soal sanksi belum bisa kita simpulkan karena kita perlu analisa dan kajian dahulu atas laporan kronologi yang kita terima. apakah itu pidana atau bukan itu perlu kajian,”katanya lewat telepon.
Sementara, Obed Naitboho, calon bupati paslon nomor urut 2 yang dihubungi pertelepon membantah keras kalau pihaknya memberikan uang ke pemilih terkait PSU tersebut. “kami tidak punya uang, bagaimana kami bagi-bagi uang ke masyarakat. apakah di uang itu ada tertulis nama Obed Naitboho dan Aleks Kase, yang benar saja, kami tidak pernah perintahkan tim kami untuk bagi uang, “kata Obed yang balik menuding bahwa jangan sampai tindakan tersebut adalah rekayasa pihak lawan.
“jangan sampai ini rekayasa paslon lain,”tambahnya.
Ia mengatakan soal pemenang dalam Pilkada TTS sudah diatur oleh Tuhan sehingga ia mengharapkan semua pihak melaksanakan perannya secara adil dan mau menerima hasil yang nanti muncul secara arif dan bijaksana.
“soal siapa menang itu sudah diatur oleh Tuhan. entah itu paket 1, 2,3 atau 4, itu Tuhan sudah atur jadi kita harus terima, di kitab Yeremia ada tertulis bahwa seorang pemimpin itu sudah disiapkan Tuhan sejak ia dalam kandungan,”katanya. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *