Elkanna Boti di Nonaktifkan Dari Jabatan Kades Sono

oleh -2K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Pemda Timor Tengah Selatan (TTS) akhir bersikap menyusul mencuatnya persoalan pengelolaan dana desa Sono di kecamatan Amanatun utara. Elkana Boti akhirnya di nonaktifkan dari jabatan kepala desa dan jabatan tersebut untuk sementara dipercayakan kepada Alexsander Ale, kepala seksi di kantor camat Amanatun utara.
Pemda TTS mengambil sikap itu setelah pihak dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) melakukan verifikasi terhadap pengelolaan anggaran dana desa tahun 2019. Sebelum verfikasi oleh pihak Pemda, Elkana Boti sudah dilaporkan warga dan aparat desa setempat ke Polres TTS soal dugaan pemalsuan tandatangan bendahara dalam proses pencairan dana desa di bank NTT.
Selasa (3/12/2019) sekitar pukul 10.00 WITA sekda TTS, Marthen Selan melantik Aleksander Ale, sebagai penjabat sementara kades Sono di ruang rapat Sekda TTS. Pelantikan ini disaksikan Kaban PMD Kabupaten TTS, Minggus Mella, Camat Amanatun Utara, Meki Neno.
Sekda Marthen mengingatkan Alexsander untuk berhati-hati dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab kades agar tidak terseret kasus pidana.
“Ingat kerja harus rajin, bersih dan hati-hati. Nanti laporannya (pertanggungjawaban) harus masuk tertib jangan kita pakai minta lagi, “kata Marthen.
Kaban BPMD Kabupaten TTS, George Dominggus Mella, mengatakan dengan dilantiknya penjabat kades, maka dengan sendirinya Elkanna Botti dinonaktifkan dari jabatannya untuk sementara waktu. Dibawah pengawasan Camat dan BPMD, Elkanna Botti akan dibina. Selain itu, Elkana diwajibakan menyelesaikan SPJ dan segala bentuk pertanggungjawaban terkait dana desa.
” Ada temuan uang seratus juta lebih yang tidak bisa dipertanggungjawabkan Elkanna Botti. Oleh sebab itu, pasca dinonaktifkan, Elkanna wajib menyelesaikan tanggungjawabnya tersebut,” tegas George.
Untuk diketahui, Elkana Botti dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kades Sono karena tidak mampu menyelesaikan pertanggungjawaban terkait SPJ dana desa tahun 2018. Selain itu, ada temuan uang dana desa mencapai seratus juta lebih yang tidak mampu dipertanggungjawabkan Elkanna Botti. Karena hingga batas waktu yang diberikan Elkanna tak mampu menyelesaikan tanggungjawabnya, maka Bupati Eppy Tahun mengambil sikap tegas dengan menonaktifkannya dari jabatannya sebagai kepala desa. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *