Golkar Ungkap Dugaan SPJ Fiktif Dana Desa, Oelet Disebut Pertama

oleh -4.3K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Dalam paripurna pembahasan LKPJ kepala daerah tahun 2018 di ruang sidang DPRD TTS, Selasa (28/5/2019), Fraksi Golkar DPRD Timor Tengah Selatan (TTS), provinsi NTT, menyajikan sejumlah persoalan yang ditemui di masyarakat terkait program pelayanan pemerintah di tingkat desa. Salah satunya soal pengelolaan Dana Desa.

Dalam pemandangan umumnya, fraksi Golkar mengungkapkan pengelolaan dana desa oleh aparat desa dirasakan tidak sesuai dengan musyawarah desa dan disinyalir aparat pengelola menyajikan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) fiktif.
Dari sejumlah desa yang diungkap, desa Oelet di kecamatan Amanuban Timur paling pertama disebut. Setelah itu ada desa OeEkam juga di Amanuban timur serta desa Sambet di kecamatan Kokbaun dan desa Toianas di kecamatan Toianas.
Disampaikan fraksi Golkar, di desa Oelet, hasil musyawarah desa adalah pengadaan traktir tapi pelaksanaannya, desa menggunakan dana desa untuk membeli mobil truk bekas.
Kemudian di desa OeEkam, SPJ 2017 dan 2018 disinyalir fiktif karena fisik pekerjaan di lapangan belum selesai dikerjakan namun sudah dipertanggungjawabkan. “Begitu pula beberapa desa yang lain seperti Sambet dan Toianas, perlu dilakukan audit oleh inspektorat berkaitan dengan pemanfaatan dana desa yang disinyalir SPJ-nya fiktif,”kata Uria Kore
 Golkar meminta kepada Pemda TTS agar pemanfaatan dana desa tepat sasaran dan membawa manfaat bagi peningkatan ekonomi masyarAkat secara luas sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan di desa. “Untuk itu fraksi partai Golkar menyampaikan kepada pemerintah untuk segera dilakukan audit terhadap SPJ dan realisasi pelaksanaan di lapangan,”kata Uria. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *