Man Bansae: “Nope Nabuasa Bisa Ganti Renny Un”

oleh -1.4K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Laporan Nabopolasar Bansae,  Wakil ketua Dewan Pengurus Partai Berkarya kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) ke Bawaslu NTT tentang dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh KPU NTT dalam penetapan Noni A. Nope,SH dalam Daftar Caleg Tetap

partai Demokrat dari dapil NTT 8 (kabupaten TTS) pada pemilu 17 April 2019 lalu terus bergulir.
Nabopolasar yang disapa Man Bansae bersama sekretaris pengurus partai Berkarya kabupaten TTS, Zeto,  Senin (17/6/2019) di redaksi Fakta TTS menyampaikan laporannya bernomor 06/LP/Bawaslu-kab TTS/19.19/V/2019 ke Bawaslu kabupaten TTS sudah ditindaklanjuti Bawaslu provinsi NTT.
Hal itu berdasarkan surat pemberitahuan status laporan yang diterima dari Bawaslu NTT pekan lalu.
Dalam surat bawaslu NTT bertanggal 13 Juni 2019 yang ditandatangani Thomas Mauritius Djawa,SH itu tertulis Laporan Nabopolasar Bansae telah dinyatakan memenuhi unsur pelanggaran kode etik dan selanjutnya diteruskan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)
Menanggapi isu surat model B.15 Bawaslu NTT tersebut Man mengatakan ia yakin dengan bukti-bukti yang dilampirkan dalam laporannya akan terbukti kalau kalau KPU telah melanggar kode etik dengan meloloskan Noni Nope sebagai salah satu dari dua caleg perempuan dari partai Demokrat untuk DPRD NTT pada pemilu 17 April kemarin. Noni Nope dianggap Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai caleg karena berstatus PNS saat ditetapkan dalam DCT. “Salah satu bukti yang saya lampirkan adalah status Noni Nope yang masih berstatus PNS saat ditetapkan KPU dalam DCT,”katanya.
Jika laporannya terbukti maka kata Man Bansae status Noni Nope sebagai caleg bisa gugur dan dengan demikian menurutnya quota keterwakilan perempuan 30 persen dalam daftar caleg partai Demokrat untuk DPRD NTT tidak terpenuhi sehingga dengan sendirinya enam caleg partai Demokrat dari Dapil TTS untuk DPRD NTT juga akan gugur. Hal itu sesuai dengan PKPU nomor 20 tahun 2018 pasal 6 butir 3.
Setahu Man Bansae dari hasil penghitungan rekapitulasi KPU NTT, partai Demokrat berhasil mendapat satu kursi yang dipastikan diduduki Renny Marlina Un. “Jika laporan kami terbukti, Noni Nope tidak memenuhi syarat sebagai caleg maka aturannya semua caleg Demokrat untuk dapil TTS bisa gugur. maka Nope Nabuasa dari partai Berkarya bisa gantikan posisi Renny Un karena sesuai akumulasi suara dalam perhitungan KPU NTT, suara partai Berkarya berada dibawah partai Demokrat, dan Nope Nabuasa punya suara paling tinggi dari caleg lain di partai Berkarya sehingga bisa jadi Nope Nabuasa yang lolos jadi anggota DPRD NTT gantikan Renny Un,”katanya.
Dalam laporannya Man Bansae menyertakan sejumlah bukti diantaranya berita acara nomor : 51/BA-KPU/5302/V/2019 tentang rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten TTS pada pemilu 2019, Sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan suara caleg DPRD provinsi NTT dari setiap kecamatan di daerah pemilihan dalam wilayah kabupaten/kota pemilu 2019, Surat KPU NTT nomor : 236/PL.01-4 SD/53/prov/III/2019 perihal penyampaian calon TMS pasca penetapan DCT dan formulir model DB2-KPU tentang pernyataan keberatan saksi partai Berkarya.
Saksi-saksi yang dihadirkan Man Bansae yakni Abia Nabuasa dan Zulkifli Alimin.
Laporan tersebut disampaikan pada Jumat 17 Mei 2019 di Bawaslu TTS yang diterima Melan Nomleni,SH,MH. (Jmb)
_______________________
Foto: Man Bansae (kiri) dan Zeto, di redaksi Fakta TTS, menunjukan surat Bawaslu NTT tentang status laporan Man Bansae

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *