Camat KiE Menghadap Pansus LKPj di Kantor DPRD

oleh -1.1K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Camat KiE, Lodovikus Kause diundang Pansus LKPj bupati TTS tahun 2019 untuk menghadap di kantor DPRD TTS.

Rabu (10/6/2020) siang camat Lodovikus bertemu ketua pansus Marten Tualaka, wakil ketua pansus Uksam Selan dan sejumlah anggota yakni Abe Hoti, Kenas Afi, Piter Kefi, Thomas Lopo, Lusianus Tusalak, Lorens Jehau, Melianus Bana dan Hendrik Babbys di ruang BANGGAR kantor DPRD TTS.
Pemanggilan camat ini kata wakil ketua Pansus, Uksam Selan
untuk mengklarifikasi sejumlah persoalan yang terpublikasi di media kaitannya pelaksanaan pembangunan di sejumlah desa di kecamatan KiE.
Persoalan yang diminta pansus untuk diklarfikasi camat Lodovikus diantaranya soal penyampaian camat ke pansus saat bertemu di KiE beberapa hari sebelumnya bahwa pertanggungjawaban dana desa 13 desa di wilayah itu sudah tuntas sementara fakta yang ditemukan pansus setelah itu, ada desa di wilayah itu yang belum menyelesaikan pertanggungjawaban dana desanya. Salah satunya desa Falas.
Selain itu persoalan pembagian BLT di desa Nekmese yang kabarnya juga diperoleh anak aparat desa yang nota bene adalah guru. Ada juga persoalan pembangunan GOR mini di KiE yang pembiayaannya diambil dari dana desa yang tiap desanya Rp 10 juta.
Dalam klarfikasinya camat Lodovikus mengatakan SPJ dana desa Falas belum tuntas karena dalam prosesnya antara kepala desa, sekretaris dan bendahara tidak searah dalam proses pertanggungjawaban dana tersebut. “antara kades, bendahara dan sekretarus tidak searah sehingga persoalan muncul di pembuatan SPJ. Sebenarnya Tidak rumit kalau ada kerjasama yang baik,”katanya.
Soal BLT di Nekmese, camat Lodovikus mengatakan yang bersangkutan adalah guru honor komite yang berupah Rp 100 ribu/bulan dan yang bersangkutan sudah memiliki KK sendiri sehingga dianggap yang bersangkutan juga berhak mendapat bantuan bagi masyarakat yang terdampak covid-19 tersebut.
Sementara soal pembangunan GOR mini kata camat, pembiayaan itu berdasarkan pada kesepakatan bersama antara pihak desa dan tokoh masyarakat yang ada di wilayah kecamatan tersebut. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *