BK Proses 3 Anggota DPRD TTS, Satu Berstatus Tersangka

oleh -1.3K views

Kota SoE, Fakta TTS-Badan Kehormatan (BK) DPRD kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), provinsi NTT tengah berproses untuk menyidangkan tiga oknum anggota dewan yang diduga terlibat kasus tindak pidana.

Ketiga oknum DPRD TTS tersebut yakni Magdalena Mbau asal Partai Amanat Nasional (PAN) yang diduga terlibat kasus pemalsuan surat dan tandatangan, Thomas Lopo dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diduga terlibat kasus pencemaran nama baik dan Hendrik Babis dari partai NasDem yang diduga terlibat kasus penganiayaan.

Sefrid Nau, ketua BK DPRD TTS didampingi dua anggota BK, Oberlin Muni dan Jusuf Ale kepada wartawan di ruang BK, Selasa (17/4/2018) mengatakan BK  telah dua kali menggelar rapat dalam rangka menyikapi persoalan ketiga oknum dewan tersebut. Rapat pertama dilakukan 9 April 2018 menyusul adanya pemberitaan media massa bahwa ada oknum anggota DPRD TTS berinisial MM telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres TTS.

Rapat BK kembali dilakukan Selasa (17/4/2018) setelah pihaknya menerima tembusan surat panggilan pemeriksaan dari Polres TTS terhadap Magdalena Mbau dan Thomas Lopo serta adanya laporan warga ke DPRD TTS tentang tindakan penganiayaan dan pengancaman yang diduga dilakukan Hendrik Babis terhadap satu pasangan suami isteri di daerah pemilihannya.

Sesuai surat panggilan polisi tersebut kata Sefrid Nau, Magdalena Mbau akan diperiksa sebagai tersangka pada Kamis (19/4/2018) dan Thomas Lopo akan diperiksa sebagai saksi pada Sabtu (21/4/2018). “Sesuai surat panggilan itu, Magdalena Mbau akan diperiksa sebagai tersangka dan Thomas Lopo sebagai saksi,”katanya. Sementara proses BK terhadap Hendrik Babis dilakukan berdasarkan surat laporan warga yang masuk ke DPRD TTS.

Dijelaskan BK akan melakukan proses terhadap ketiga oknum dewan tersebut dengan lebih dulu mengumpulkan bukti dan keterangan dari pihak-pihak yang dirasa perlu. Sidang kode etik baru akan dilakukan setelah BK mendapatkan bukti dan keterangan dari pihak terkait. “Kami sementara berproses untuk ditindaklanjuti sesuai tata beracara BK misalnya pemanggilan terlapor,  saksi-saksi yang dirasa  perlu. Kami sementara kumpul bukti setelah itu baru sidang,”kata Sefrid yang memastikan akan menuntaskan proses di BK demi menjaga marwah dan kehormatan lembaga DPRD TTS. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *