Bupati Mella: “Perlu Pengawasan dan Bimbingan Ekstra Ortu dan Guru Terhadap Anak”

oleh -1.7K views
Kota SoE,Fakta TTS-Bupati Timor Tengah Selaran (TTS) Ir.Paul V.R Mella,M.Si mengatakan mencermati situasi dan kondisi saat ini maka perlu adanya pengawasan dan bimbingan ekstra dari orang tua (ortu) dan guru terhadap anak. ini agar anak tidak terjerumus dalam perilaku yang merugikan masa depannya sebagai generasi penerus pembangunan bangsa.
Perkembangan tekhnologi dan penyebaran informasi yang kian canggih tak hanya berefek positif tapi juga negatif karena anak dengan mudah bisa mengkases informasi apapun lewat media komunikasi yang serba canggih. informasi negatif dapat mengancam masa depan anak. “sekarang ini HP sudah canggih, dengan HP anak juga bisa akses informasi apa saja dengan mudah. ini perlu kontrol yang ketat dari orang tua dan guru untuk hindarkan anak dari informasi yang negatif yang bisa merusak masa depannya,”kata bupati Mella saat berbicara dalam acara peringatan Hari Anak Nasional di aula kantor bupati TTS,Selasa (4/9/2018).
Dikatakan ortu juga perlu menghindarkan anak untuk tidak mengetahui pertikaian atau konflik antara bapak dan ibu karena hal tersebut bisa berdampak ke psikologi anak. anak yang sering melihat ortu bertengkar atau mengetahui konflik ortu bisa saja ikut tertekan sehingga mengubah perilaku kesehariannya.
Dampak dari itu tambah bupati Mella, anak juga bisa saja terjerumus dalam tingkah laku negatif seperti minum alkohol atau konsumsi obat terlarang
“keluarga yang tidak harmonis diupayakan agar tidak diketahui anak karena anak bisa depresi, bergaul bebas, konsumsi obat terlarang yang efeknya ke masa depannya. jangan mempertontonkan  hal-hal yang kuramg baik ke anak,”katanya.
Untuk guru kata Paul Mella juga perlu melakukan pengawasan ekstra terhadap perilaku anak di sekolah..Jika ada anak yang perilakunya tidak biasa maka perlu dilakukan bimbingan untuk memulihkan kondisinya.
“untuk guru perlu dilakukan bimbingan. misalnya kalau anak diketahui minum minuman keras. konsumsi alkohol ini sekarang dianggap gaya hidup tapi ini berbahaya bagi remaja. perlu dicaritahu kenapa anak begitu, wataknya berubah. bisa saja karena kurang diperhatikan orang tua sehinga lari ke alkohol. kalau ini terjadi perlu bimbingan, pendampingan juga dari guru,”katanya.
Dalam acara yang dihadiri ratusan anak tersebut, juga dipertontonkan kreasi seni dan budaya dari sejumlah anak dan remaja di kabupaten TTS. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *