Kejari TTS Dalam Masalah Ini, Dampaknya ke Penegakan Hukum

oleh -2K views
Kota SoE,Fakta TTS-Ditengah upaya menegakan hukum, Kejaksaan negeri (Kejari) Timor Tengah Selatan (TTS) ternyata juga punya persoalan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi pelayanannya sebagai penuntut umum.
Namun persoalan yang sementara dihadapi korps Adhiyaksa di kabupaten TTS ini bukan soal keuangan namun soal ketersediaan personil untuk menunjang tugas mereka sebagai aparat penegakan hukum.
Kekurangan personil diakui Kajari TTS, Fachrizal,SH juga punya dampak ke pelayanan penegakan hukum yang dilakukan karena satu orang jaksa menjalankan peran tugas untuk dua jabatan.
Kepada Fakta TTS di ruang kerjanya, Rabu (29/8/2018) pagi Kajari Fachrizal mengatakan enam personilnya berkurang sejak bulan lalu. tiga orang jaksa dan tiga orang pegawai ada yang berpindah tempat tugas dan ada yang pensiun. Tiga jaksa yang berpindah tempat tugas yakni Martin Eko Prayitno, kepala seksi tindak pidana umum (kasie pidum), I Putu, jaksa fungsional dan Patrik Neonbeni (kasie) Pidana khusus (pidsus). Sementara tiga pegawai yang pensiun yakni Jorhans Neolaka, KTU dan dua pejabat lainnta, Paulino Alves dan Zakarias Betty.
Diakui kondisi tersebut cukup mengganggu pelayanan penegakan hukum mereka yang kini disibukan dengan penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan persidangan sejumlah kasus korupsi. Belum lagi berkas-berkas perkara kasus pidana umum yang dilimpahkan kepolisian. “memang ada pengaruhnya karena begini banyak perkara baik yang kita tangani maupun yang dari polisu. tapi kami tetap upayakan agar kondisi ini tidak mengganggu pelayanan kami. jabatan yang kosong sudah kita tetapkan pelaksana tugas (plt) sehingga pelayanan tetap jalan,”katanya.
Ia berharap agar pihak Kejaksaan agung secepatnya memberikan personil baru sehingga pelayanan Kejari TTS bisa lebih lancar.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *