Pengaduan Warga Bena ke Inspektorat Dilaporkan ke Bupati

oleh -2.5K views

Kota SoE, Fakta TTS-Inspektorat kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah melaporkan hasil pertemuannya dengan tujuh warga desa Bena kecamatan Amanuban selatan kabupaten TTS pekan lalu ke bupati TTS, Ir. Paul V.R Mella,M.Si.

Pertemuan di kantor Inspektorat tersebut terjadi karena ketujuh warga mendatangi inspektorat untuk menanyakan soal tindaklanjut temuan dugaan penyimpangan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2010 sebesar Rp 96 juta yang diduga belum disetor kembali oleh sejumlah aparat desa Bena sejak disampaikan inspektorat pada tahun 2011 lalu.
“Hasil pertemuan kemarin sudah kami laporkan ke pak bupati sebagai atasan kami,”kata Yakobis Nahas kepala inspektorat kabupaten TTS, Rabu (4/4/2018) di kantor bupati TTS.
Yakobis menjelaskan bahwa dalam pertemuan pihaknya menyampaikan kepada warga bahwa memang ada temuan inspektorat kabupaten TTS terhadap pengelolaan ADD Bena tahun 2010 sebesar Rp 96 juta. Dan pihaknya sudah menerbitkan rekomendasi kepada pihak aparat desa untuk mengembalikan dana yang diduga salah dimanfaatkan tersebut ke kas daerah.
Hanya saja tambah Yakobis Nahas ada pihak yang belum mengembalikan dana tersebut meski telah disampaikan tahun 2011 lalu. Yakobis mengakui kalau Charles Nabuasa dan Daniel Nau terdata sebagai pihak yang harus mengembalikan dana yang diduga pertanggungjawabannya tak jelas tersebut.
Bahkan kata Yakobis, Charles Nabuasa pernah mengeluarkan pernyataan pada tahun 2011 lalu untuk mengembalikan dana tersebut namun hingga kini belum disetor kembali ke kas daerah. “Ia (Charles Nabuasa) pernah membuat pernyataan bahwa ia akan setor kembali. Itu dibuat tahun 2011, tapi sampai saat ini belum ada setoran,”kata Nahas.
Yakobis Nahas mengharapkan dana tersebut segera disetor kembali oleh pihak-pihak yang mendapat rekomendasi pengembalian dari inspektorat. “sampai kapanpun dana itu harus di kembalikan. Kita harapkan secepatnya disetor ke kas daerah,”katanya.
Denli Dethan, salah satu warga yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut pihak inspektorat menyampaikan kepada mereka kalau ada dua temuan yakni untuk kades waktu itu, L.B Nabuasa (almarhum) sebesar Rp 4,4 juta namun itu sudah dikembalikan dan ada temuan yang belum dikembalikan yakni Charles Nabuasa (sekretaris desa) Rp 40,5 juta lebih, Daniel Nau Rp 40,5 juta lebih dan ada lagi temuan untuk Charles dan Daniel masing-masing Rp 8,3 juta yang belum dikembalikan.
Usai pertemuan Charles Nabuasa tiba-tiba muncul di kantor inspektorat bersama Abia Nabuasa dan Gustaf Nabuasa.  Saat dikonfirmasi Charles.mengatakan ia tidak tahu soal temuan tersebut karena dia tidak pernah mendapat informasi apapun termasuk panggilan dari inspektorat TTS terkait pengembalian dana tersebut. “Saya tidak tahu ada temuan tersebut. Saya tidak pernah terima surat apapun dari inspketorat soal temuan tersebut,”kata Charles yang menolak memberi penjelasan panjang lebar kepada wartawan terkait temuan tersebut. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *