Pilkada TTS Belum Berakhir, Pilih Ulang di 30 TPS, KPU Butuh Dana Lagi

oleh -2.3K views
Kota SoE,Fakta TTS-Rasa ingin tahu warga soal siapa bupati-wakil bupati TTS terpilih yang bisa diketahui lewat putusan majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia (MI) terkait sengketa Pilkada TTS Rabu (26/9/2018) hari ini, ternyata belum terjawab.
Hasil Pilkada TTS pun belum final karena dalam sidang Rabu siang, MK kembali mengambil keputusan yang tidak langsung bisa menjawab rasa penasaran warta tersebut.
MK memutuskan untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang di 30 TPS. keputusan PSU di 30 TPS itu diambil setelah MK memeriksa hasil penghitungan suara ulang di 921 (seluruh) TPS yang dilakukan KPU TTS dengan mencocokan formulir C1 Plano asli berhologram dan C1 KWK asli berhologram.
Dalam pemeriksaan tersebut ditemukan ada suara pemilih yang tertulis atau terdata di formulir C1 Plano atau C1 KWK yang tidak berhologram dan ada yang tertulis di media lain yang bukan diadakan KPU. Kondisi itu terdapat di 30 TPS yang termasuk dalam 921 TPS yang sebelumnya dilakukan penghitungan ulang tersebut.
30 TPS yang diperintahkan MK untuk dilakukan pemungutan suara ulang yakni TPS 1,2,3 dan 4 desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan,  TPS 1 dan TPS 2 Desa Lanu, Kecamatan Amanatun Selatan, TPS 3 Desa Anin, Kecamatan Amanatun Selatan, TPS 1,2,3 dan 4 desa Fallas Kecamatan Kie, TPS 2 Desa Polo, Kecamatan Amanuban Selatan, TPS 1,2 dan 3 Desa Fatuulan, Kecamatan Kie,
TPS 1 dan 2 desa Besleu, Kecamatan Fautmolo, TPS 4 desa Boentuka, Kecamatan Batu Putih.
TPS 4, Desa Kualeu, Kecamatan Amanatun selatan, TPS 3 desa Mnesatbubak kecamatan Polen, TPS 1 dan 2 desa Laob Kecamatan Polen.
TPS 1 desa Halme dan TPS 1 desa Nefokoko di kecamatan Molo utara, TPS 1 desa Oeluban dan TPS 1 desa Koa di kecamatan Molo barat, TPS 1 desa Lasi kecamatan Kuanfatu, TPS 4 desa Nunusunu kecamatan Kualin, TPS 1 desa Tesiayofanu dan TPS 2 desa Fae di kecamatan Amanatun selatan.
Hasil Pilkada TTS ini harus melalui proses peradilan di MK RI karena pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Drs. Obed Naitboho,M.Si-Aleksander Kase,S.Pdk (pemohon) tidak puas dengan hasil pleno penghitungan suara KPU TTS tanggal 8 Juli 2018 lalu yang menempatkan paslon nomor urut 3, Ir. Eppy Tahun-Jhon Army Konay,SH sebagai peraih suara terbanyak.
Paslon Naitboho-Kase menuding ada kecurangan atau pelanggaran yang dilakukan KPU TTS dalam proses Pilkada TTS.
Tambah Anggaran
Santi Soinbala, komisioner KPU TTS yang dihubungi via telepon Rabu malam mengatakan sesuai.perintah MK,.pelaksanaan Pemungutan suara ulang selama 30 hari terhitung Rabu (26/9/2018).
Pelaksanaan Pemungutan suara ulang itu kata Santi membutuhkan anggaran tambahan sehingga pihaknya akan menyampaikan ke pemda TTS soal aggaran yang dibutuhkan.
Santi belum bisa memastikan jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan perintah MK tersebut karena pihaknya baru bersiap untuk melakukan penghitungan anggaran yang dibutuhkan.”kita hitung dulu baru bisa pastikan. hanya hitungannya tidak dari semua tahapan proses. misalnya pemutahiran data tidak masuk lagi dalam hitungan,”katanya.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *