Rencana Pembangunan Embung di Nifukleu-KiE Terhambat Persoalan Lahan?

oleh -3.6K views
Kota SoE,Fakta TTS-Rencana pemerintah desa (pemdes) Oinlasi kecamatan KiE kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi NTT untuk membangun satu unit embung di kampung Nifukleu-Oinlasi menemui hambatan. Markus Faot yang mengaku pemilik lahan menghentikan aktifitas pembangunan tersebut karena dilakukan tanpa koordinasi dengannya sebagai pemilik lahan.
Imanuel Nubatonis dan Agustinus Bahan, utusan Markus Faot menyampaikan hal itu di redaksi Fakta TTS, Sabtu (16/6/2018).
“kami datang ini karena diutus Markus Faot. dia minta kami untuk sampaikan ini ke media masa biar diketahui umum karena persoalan ini belum ada penyelesaian,”kata Imanuel dan Agustinus yang mengaku keluarga dari Markus Faot.
Dijelaskan keduanya, Markus melarang pembangunan embung tersebut ketika ada aktifitas penggalian kolam ikan di lahan tersebut. Pekerjaan kolam tersebut setahu mereka sengaja dilakukan pemdes untuk mencari tahu reaksi Markus Faot atas rencana pembangunan embung. “awalnya bilang mau gali untuk bak ikan, tapi itu yang kami tahu mereka sengaja saja untuk melihat reaksi Markus. kalau tidak tolak maka akan dilanjutkan dengan pengerjaan embung,”kata Imanuel.
Melihat adanya aktifitas itu kata Imanuel, Markus bereaksi dengan menanam pohon mengelilingi lahan tersebut sebagai bentuk penolakan. Aktifitas akhirnya dihentikan sementara.
Dijelaskan keduanya bahwa setahu Markus Faot dan keluarga, pemdes Oinlasi melakukan aktifitas diatas lahan tersebut setelah berkoordinasi dengan Oktovianus Faot, saudara sepupu dari Markus Faot yang kini menjabat Kaur Kesra desa Oinlasi-KiE.
“tanah itu diserahkan Oktovianus ke pemdes baru pemdes bangun. tapi itu bukan milik Oktovainus karena selama ini tanah itu dikelola Markus, dia yang bayar pajak dan ada bukti tanaman diatasnya, penyerahan tanah itu ke pemdes tidak diketahui oleh Markus sehingga ia kecewa,”sambung Nubatonis.
Persoalan tersebut dikatakan sudah disampaikan ke pihak pemdes agar diselesaikan secara baik namun kata Imanuel, terkesan Pemdes tidak menghiraukan persoalan tersebut karena pemdes justeru menyelesaikan persoalan lain yang ada kaitannya juga dengan lahan tersebut. “sudah ada undangan kepada kami untuk senin (18/6/2018) ini datang ke kantor desa, tapi diundangan itu untuk bicara soal warga yang sekarang tinggal di lahan itu,jadi sepertinya persoalan ini mau dibelokan dari persoalan yang sebenarnya,”kata Imanuel dan Agustinus.
Dikatakan pembicaraan soal warga yang berdiam di lahan tersebut dugaan mereka hanya sengaja dipakai pemdes untuk menekan pihak keluarga Markus Faot agar tidak mempersoalkan rencana pembangunan Embung tersebut.
Dikatakan, pihak Markus Faot bukan menolak pembangunan embung tersebut namun hanya kecewa dengan sikap pemdes Oinlasi yang tidak melakukan pembicaraan awal dengan Markus saat pembangunan embung tersebut direncanakan. “kami tidak tolak pembangunan embung. kami hanya kecewa kenapa bukan omongnya dengan Markus tapi dengan orang lain yang bukan pemilik lahan,”kata Imanuel Nubatonis dan Agus Bahan.
Karena kekesalan atas persoalan tersebut sehingga pihak Markus Faot telah meminta Usif Bill Nope untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara adat yang dilakukan, Minggu (17/6/2018) di Oinlasi.
“(Minggu 17/6/2018) usif akan turun untuk menegaskan soal yang berhak atas tanah itu. Tanah itu Thobias Liunokas terima dari Usif Nope baru kemudian Thobias serahkan ke Markus untuk dikelola,”kata Imanuel di redaksi Fakta TTS, Sabtu (16/6/2018).
Kepala desa Oinlasi, Yermias Nomleni yang dikonfirmasi lewat telepon, Rabu (20/6/2018) mengatakan tahun 2018 ini tidak ada anggaran Dana desa untuk pembangunan embung di atas lahan tersebut. memang ada rencana membangun satu unit embung di atas lahan tersebut untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah itu namun rencana tersebut belum dibahaa bersama oleh aparat desa dan masyarakat. “memang mau bangun embung disitu tahun depan atau tahun 2020 tapi kalau mereka ribut terus tidak bisa karena bangun embung disitu harus lewat rapat bersama baru diusulkan. jadi tahun ini tidak ada dalam perdes soal pembangunan embung disitu,”katanya.
Dikatakan altifitas penggalian bak ikan di titik tersebut adalah inisiatif Okto Faot sendiri tidak ada campur tangan pemdes Oinlasi.
Setahu kades Nomleni, Oktovianus Faot melakukan aktifitas diatas lahan tersebut karena diijinkan Petrus Aleutpah sebagai pemilik lahan. kepemilikan lahan Petrus Aleutpah itu dibuktikan dengan sertifikat yang dipinjamnkan Petrus ke Oktovianus sebagai jaminan atas sejumlah uang yang dipinjam Petrus dari Oktovianus Faot. “sesuai sertifikat yang ada tanah itu milik Petrus Aleutpah, sertifikat itu diserahkan sementara ke Okto Faot karena informasinya Petrus ada pinjam uang di Oktovianus Faot, karena belum dikembalikan maka Oktovianus pakai tahan itu lahan untuk gali buat salauran dan bak untuk mereka usaha,”katanya.
Kades Nomleni mengatakan pada Kamis (21/6/2018) besok telah diagendakan mediasi menyelesaikan masalah tersebut di kantor desa. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *