Sapi Yang Mati Beruntun di Molo Diduga Terserang Penyakit SE

oleh -4K views

Kota SoE, Fakta TTS-Puluhan ternak sapi milik warga di desa Tuthem dan Tobu kecamatan Tobu yang mati beruntun diduga terserang penyakit Septicaemia Epizootica (SE) atau penyakit sapi ngorok yang rentan saat intenaitas hujan tinggi. Pihak dinas peternakan (disnak) kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sementara melakukan penanganan dilapangan sejak Jumat (9/3/2018).

“Syalom hari Jumat tim Disnak sudah turun ke lapangan di desa tutem dan tobu. Laporan masyarakat ada kematian ternak sapi di bulan januari dan pebruari. Dari gejala yang disampaikan diduga kematian disebabkan oleh penyakit SE,”demikian kepala disnak kabupaten TTS, drh. Benyamin Billi kepada Fakta TTS, Minggu (11/3/2018) malam.
Dari investigasi lapangan sapi-sapi yang mati umumnya sapi yang dilepas atau berkeliaran di lapangan yang tidak mendapat vaksinasi SE dari petugas disnak di lapangan.
Curah hujan tinggi dilapangan menjadi kendala bagi petugas yang melakukan penanganan pengobatan Sabtu (10/3/2018). “Rencana pelayanan pengobatan  pada hari sabtu tidak jadi karena hujan dari jam 10 pagi sampai malam. Hari minggu dilayani pengobatan  sekitar 30 ekor sapi di Tobu,”katanya.
Rencananya Senin nesok pihak disnak TTS akan berkoordinasi dengan kepala desa dan aparat deaa di desa Tobu dan Tutem untuk melakukan pengobatan lanjutan.
Sebelumnya Hendrik Tasuap, salah seorang warga Tuthem yang sapinya juga mati mengatakan pengamatan mereka sebelum mati sapi awalnya mengalami bengkak di kepala, hidung dan mulut keluar buih dan lemas. Kondisi itu berlangsung satu sampai dua hari sebelum mati.
“Yang mati di padang dan yang diikat kira-kira sudah seratus lebih pak tapi yang kami catat baru sekitar 60 ekor,”kata Tasuap, mantan aparat desa Tuthem.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *