Staf Ahli Bupati Sebut Pemda Perlu Evaluasi Manajemen RSUD SoE

oleh -1.2K views
dr. Hosiani In Rantau

Kota SoE, Fakta TTS-Staf ahli bupati Timor Tengah Selatan (TTS) bidang kesejahteraan, dr. Hosiani In Rantau mengatakan pemda TTS perlu melakukan evaluasi kinerja manajemen RSUD SoE menyusul terjadinya sejumlah kasus kematian khususnya ibu hamil dan anak dalam mendapat pelayanan operasi di RSUD SoE.

Kepada Fakta TTS melalui telepon, Senin (29/1/2018) pagi, mantan kepala dinas kesehatan kabupaten TTS ini mengatakan pengamatannya terhadap informasi di media bahwa begitu banyak reaksi masyarakat yang kecewa dengan pelayanan RSUD SoE  dan mengharapkan dilakukannya evaluasi kinerja oleh pemda TTS terhadap manajemen RSUD SoE seiring mencuatnya kasus kematian Heri Takaep dan bayinya yang meninggal di RSUD SoE.

“ Di media social itu informasinya bukan baru pertama kasus seperti yang kemarin (Heri Takaep) itu, nah ini perlu dilakukan evaluasi untuk diketahui persis apa yang terjadi dibalik persoalan-persoalan ini. Di kasus kemarin (Heri Takaep) itu sebabnya masih simpang siur, pemda perlu tahu langsung dari manajemen,”katanya.

Dikatakan pagi ini ia akan berkoordinasi dengan asisten III setda TTS, sekda dan dinas kesehatan dan manajemen RSUD SoE untuk melakukan pertemuan untuk membahas khusus persoalan tersebut dan pembenahannya kedepan.

Pengamatannya lewat informasi media, kasus Heri Takaep lebih ke persoalan miss komunikasi antara pihak manajemen dan pihak korban saat mendatangi RSUD untuk mendapatkan pelayanan. “yang saya ikuti di media itu lebih ke soal kualitas komunikasi, sepertinya ada miss komunikasi antara kedua pihak soal proses penanganan. Yang saya tahu di RSUD itu juga sudah sering memberikan pelayanan tanpa ada rujukan jika pasiennya emergensi. Tapi nanti pastinya kita perlu dengar langsung dari manajemen RSUD dalam pertemuan nanti,”katanya.

Dikatakan terkait revolusi KIA secara teoritis kata In Rantau, kasus kematian ibu dan anak saat melahirkan akan bergeser dari puskesmas ke RSUD seiring meningktanya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pelayanan kesehatan yang profesional bagi masyarakat. namun dengan begitu tambah In Rantau sebab kematian ibu dan anak saat melahirkan tidak serta merta ditimpakan ke pihak RSUD karena tidak tertutup kemungkinan ada sebab lain diluar faktor keprofesionalan tenaga medis dan manajemen RSUD. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *