Tahun-Konay Didampingi Domi Mella,Neki Nope Ketemu Daniel Banunaek

oleh -2K views
Pertemuan Daniel Banunaek dengan paket Eppy tahun_Amy Konay, Kamis (18/1/2018)

Kota SoE, Fakta TTS, Bakal calon (Balon) bupati dan Jhon Army Konay. Balon wakil bupati (wabup) Timor Tengah Selatan (TTS) Eppy Tahun, Kamis (18/1/2018) pagi sekitar pukul 09.00 wita bertandang ke kediaman Daniel A. Banunaek, mantan bupati TTS, di keluarahan Taubneno kecamatan Kota SoE. Kedatangan Eppy dan Amy yang ditemani Domi Mella dan Neki Nope mengagetkan Daniel Banunaek yang saat itu tengah berbincang dengan tokoh masyarakat desa Nunleu, Okto Missa dan beberapa warga lain dari wilayah Amanantun.

“saya mau melayat orang meninggal tapi saya dengan bapak Dan ada disini saya mampir,”kata Eppy yang datang lebih dulu disusul Amy, Domi dan Neki bersama sejumlah warga lain beberapa menit kemudian.

Dalam pertemuan tersebu ada banyak hal yang mengemuka sebagai bahan pembicaraan termasuk soal suksesi kepemimpinan kabupaten TTS untuk periode 2019-2024. “seorang pemimpin itu harus melalui suatu pengkaderan yang matang, pengkaderan itu penting karena dari situ ia bisa tahu bagaimana menjadi seorang pemimpin yang benar untuk masyarakat,”kata Daniel Banunaek setelah Eppy Tahun menyampaikan soal pendaftaran dirinya dan Amy ke KPU sebagai balon bupati-wabup TTS yang diusung partai Golkar dan Hanura.

Sesepuh partai Golkar ini juga mengatakan karakter kepemimpinan yang cocok untuk kabupaten TTS di era saat ini. “pemimpin itu harus bisa menjawab kebetuhan rakyat. Ingat kebutuhan bukan keinginan,”katanya.

Menurut Daniel Banunaek, pemimpin itu juga harus bisa berani untuk menyatakan apa yang ia janjikan kepada rakyat dan berani menantang masalah.

Seorang warga TTS bermarga Betty menambahkan pemimpin baru TTS itu harus punya kemampuan membangun. “semua bisa jadi pemimpin tapi pemimpin yang bisa membangun itu tidak semua bisa,”katanya kepada Fakta TTS diluar pertemuan.

Eppy Tahun dalam pertemuan juga menyampaikan soal jenjang karier birokratnya hingga menjabat Plt. Sekda TTS

Amy menjelaskan soal bagaimana proses keduanya bersepakat secara pribadi hingga melakukan proses pencalonan lewat partai Golkar dan Hanura.

Pertemuan berlangsung sekitar satu jam.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *