TMMD ke-103 Kodim 1621/TTS Memulai Kegiatan Non Fisik

oleh -1.4K views
Fatukoko,Fakta TTS- Rangkaian kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 tahun 2018 oleh TNI-AD di wilayah Kodim 1621/Timor Tengah Selatan (TTS), provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memasuki kegiatan non fisik berupa penyuluhan tentang sejumlah bidang pembangunan dari Pemda TTS kepada masyarakat di lokasi TMMD, desa Fatukoko kecamatan Molo barat.
Kegiatan non fisik tersebut dimulai Kamis (1/11/2018) dengan penyuluhan dari Dinas Kehutanan kabupaten TTS tentang Yuridis Pembangunan Kehutanan yang dibawakan oleh Ir. I Puttu Danayasa M.Si dan kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan dari dinas pertanian kabupaten TTS. kegiatan tersebut mulai berlangsung pukul  17.00 wita di aula SD Inpres Nu’nain desa Fatukoko yang dihadiri 150 orang.
Usai kegiatan penyuluhan dilanjutkan dengan pemutaran film patriot bangsa yang ditonton bersama TNI dan ratusan masyarakat setempat.
Turut hadir dalam kegiatan non fisik tersebut Pasiopsdim 1621/TTS,Pasiterdim 1621/TTS,Dan SSK, Anggota Kodim 1621/TTS, Kepala Desa Fatukoko, Tokoh adat Desa Fatukoko, Tokoh Masyarakat Desa Fatukoko, Tokoh Pemuda Desa Fatukoko, Staf Dinas Pertanian Kabupaten TTS, Perangkat Desa Fatukoko.
Kegiatan tersebut baru berakhir pada pukul 20.30 Wita dengan tertib dan aman.
Terkait kegiatan penyuluhan tersebut Dandim 1621/TTS  Letkol Cpn Rhino Ch. Tuwo melalui Perwira Seksi Teritorial Kapten Inf  Edyson Wurarah menyatakan sebagian besar kehidupan masyarakat desa Fatukoko menggantungkan hidup dari sumber  daya alam salah satunya adalah  hasil hutan.
Disampaikan warga setempat dengan mengelola hasil  hutan berupa sebagai kayu bakar, bahan bangunan serta  bahan meubeler yang di kirim ke kota untuk mendapatkan penghasilan.
“Untuk mengantisipasi perambahan dan pengelolaan hasil hutan yang tidak ramah  lingkungan maka satgas TMMD 103 mengadakan kegiatan penyuluhan tentang kehutanan itu. Begitupun. Soal pertanian, lewat penyuluhan ini kita berupaya agar usaha pertanian warga dalam mengelola sumber daya pertanian disini tidak merugikan mereka tapi sebaliknya,”katanya.
Dikatakan Kapten Inf  Edyson Wurarah mengatakan penyuluhan kepada masyarakat  Fatukoko akan terus dilakukannya hingga menjelang penutupan TMMD. Hal ini dilakukannya karena minimnya wawasan masyarakat di desa ini tentang perkembangan Ideologi,politik,ekonomi sosial budaya serta pertahanan dan keamanan masyarakat.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut ditemukan persoalan tentang lambatnya perkembangan ilmu pengetahuan  dan teknologi disebabkan karena belum tersedianya jaringan listrik yang berdampak luas terhadap akses pembangunan warga setempat. “Salah satu contoh kongkrit adalah  sulit didapat jaringan komunikasi dan media elektronika di masing-masing rumah penduduk. Terus terang  saja saya sedih melihat penduduk  Fatukoko dimana  100%  belum menikmati jaringan listrik. Sehingga jangan heran jika tak akan menemukan  rumah yang memiliki TV maupun Radio,  bisa dibayangkan waktu malam hari  suasana  sudah sunyi, sepi ,gelap gulita dan  hanya lampu pelita  saja yang sanggup  menerangi kampung ini,”.ungkap Edyson.*/jmb)
_____________________________
Keterangan foto:: kegiatan penyuluhan yang digelar oleh Kodim 1621/TTS di aula SD Inpres Nunain desa Fatukoko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *