Dugaan Keracunan Makanan Pesta, Kapus Panite: “Yang Kena, Yang Makan Nasi, Mie, Daging

oleh -2.2K views

Panite, fakta-tts.com – Petugas kesehatan dari Puskesmas Panite, Amanuban Selatan dan tim dari dinas kesehatan kabupaten TTS tengah melakukan penanganan terhadap 35 orang warga desa Bena dan Oebelo di puskesmas Panite yang diduga keracunan makanan yang disantap bersama di acara pesta nikah Yetni Boimau dan Thomas Masu di desa Sei kecamatan Kolbano, Minggu (13/10/2019).

Pengakuan Matilda Kase, tim dinas kesehatan dan kepala puskesmas (lapis) Panite Armawati Ton didampingi camat Amanuban Selatan , Johanis Asbanu kepada wakil ketua DPRD TTS, Eggy Usfunan yang memantau penaganan para korban di puskesmas Panite Selasa siang bahwa kondisi para korban yang dewasa maupun anak-anak sudah berangsur pulih karena tak lagi mual, sakit kepala, muntah hanya masih lemas.
Dari penanganan yang dilakukan kata kapus Armawati bahwa yang mengalami sakit kepala,mual dan muntah hanya para korban yang mengkonsumsi nasi dengan mie, daging dan sayur. Sementara warga yang hanya mengkonsumsi nasi dan kerupuk tidak mengalami kondisi tersebut.
Meski demikian pihaknya belum bisa memastikan kalau penyebab terganggunya kesehatan para korban karena makanan yang dikonsumsi di pesta tersebut. Perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk membuktikan sebab dugaan keracunan makanan tersebut. “Yang kena (sakit) itu yang makan nasi dengan daging, sayur, nasi dengan mie,daging. Tapi yang makan nasi dengan kerupuk saja tidak kena,”kata Kapus Armawati Ton.
Matilda Kase menambahkan Kejadian keracunan makanan identik dengan pengolahan makanan dan bahan makanan yang dikonsumsi. Untuk itu dalam upaya memastikan penyebab kasus tersebut pihaknya akan mengambil sampel bahan makanan yang diolah menjadi makanan yang dikonsumsi termasuk air, muntahan dan vaces atau tinja dari korban untuk diselidiki. “kalau soal kasus macam begini identik dengan pengolahan. Karena itu kita perlu ambil sampel bahan makanan, air, sampel dan vaces korban untuk penyelidikan epidiomologi utk cari tahu penyebabnya,”kata Matilda Kase.
Eggy Usfunan mengatakan dari penjelasan petugas kesehatan atas pemeriksaan terhadap para korban maka bisa diduga kalau penyebab kejadian tersebut adalah makanan yang dikonsumsi.
Eggy mengatakan perlu upaya antisipatif dari pemerintah dengan memperhatikan ketersediaan air bersih, sosialisasi pengelolaan bahan makanan yang baik, perlu ada operasi pasar terhadap barang atau bahan makanan yang beredar dan jual bebas di masyarakat terutama di desa-desa.
Pihaknya mengapresiasi respon cepat pemerintah dalam mengatasi persoalan tersebut sehingga tidak ada korban jiwa.
Ke-35 korban yang dirawat di Puskesmas Panite tersebut ada juga pengantin Yetni Boimau dan Thomas Masu. Namun kondisi keduanya sudah pulih setelah mendapat perawatan medis.
Kepada fakta-tts.com, Yetni mengaku pada Minggu sore ia mengkonsumsi Nasi dan daging ayam olahan. Mual dan sakit kepala baru dirasakan pada Senin pagi.
Dalam acara tersebut ada beragam menu makanan yang diolah diantaranhansayur, mie, daging ayam, daging sapi dan daging babi.
Setahu Yetni, selama ini warga setempat mengkonsumsi air dari sumur yang ada di desa SeI. “Untuk acara pesta ini keluarga ambil air dari sumur desa yang diangkut menggunakan pic up ke rumah (tempat pesta),”katanya.
Selain di puskesmas Panite ada lebih dari 80 korban lainnya yang dirawat di Puskesmas SeI.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *