Kades Tubuhue Menghindar ?, TPK Tidak Kelola Kegiatan

oleh -2.2K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Niat wartawan untuk mendapat klarifikasi langsung dari kepala desa (kades) Tubuhue, Melkias Nenotek atas sejumlah persoalan program dana desa tersebut tidak kesampaian.

Kades Melkias tiba-tiba keluar meninggalkan warga, pihak TPK, BumDes, Araksi TTS dan wartawan yang ada dalam ruang pertemuan kantor desa tersebut. Sebelumnya kades Melkias lewat telepon menyampaikan ia akan memberikan klarifikasi di kantor desa.
Saat fakta-tts.com tiba di kantor desa, Jumat (14/6/2019) sekira pukul 11.00 wita disitu sudah ada kepala desa dan sejumlah warga termasuk pihak Araksi TTS.
Diawal pertemuan kades Melkias mempersoalkan soal identitas dua warganya yang menyampaikan persoalan dana desa ke media. “Kenapa nama mereka tidak ditulis jelas tapi saya punya nama tulis jelas, ini ada apa?,”kata Melkias.
Ia mengatakan tidak akan memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut jika ia tidak tahu siapa yang menyampaikan pengaduan soal dana desa tersebut ke Fakta TTS.
Pihak Fakta TTS menolak menyampaikan siapa dua warga Tubuhue yang melaporkan persoalan tersebut karena saat menyampaikan pengaduan, dua warga tersebut meminta identitasnya dirahasiakan.
Diduga karena kecewa, kades Melkias tiba-tiba beranjak dari kursinya dan meninggalkan ruang pertemuan. “Mau tulis saya lagi silahkan, tulis lagi,”kata kades Melkias saat beranjak keluar ruangan diikuti salah seorang warga perempuan.
Alfred Baun, ketua Araksi TTS kemudian memohon bicara dan ia menyampaikan dalam forum itu bahwa respon kades Melkias tersebut menunjukan kalau kades tak memahami statusnya sebagai pejabat publik yang mestinya punya etika saat berada di ruang publik.
Sikap tersebut menurut Alfred juga menimbulkan kecurigaan kalau kades menghindar dari tanggungjawabnya. Memberikan klarifikasi atau penjelasan kepada publik atas suatu persoalan yang muncul ke publik melalui media massa adalah bagian dari tanggungjawab pejabat publik terhadap masyarakat. “Ini kalau begini, bisa saja kita bilang bapak kades menghindar, nah kalau benar menghindar maka bisa saja apa yang disampaikan warga ke media itu benar adanya. Substansi persoalan bukan soal siapa yang kasih informasi, tapi benar atau tidak informasi yang disampaikan itu, mestinya ini moment tepat untuk kades klarifikasi. Mana yang benar dan mana yang salah di dalam berita itu. Bukan caranya begini,”katanya.
Hingga pertemuan berakhir kades Melkias tak kembali ke kantor desa.
Terkait persoalan yang diungkap OBE dan EKO, dua warga yang mengadua, Ketua TPK Tubuhue, Aleksander Tse menjelaskan untuk Bak penampung air sebenarnya sudah sempat dimanfaatkan oleh warga namun kemudian air tidak mengalir lagi karena ada sejumlah pipa yang diambil oleh Simon Koa dan Yeskial Silla. Namun hal ini langsung dibantah Simon Koa yang juga hadir dalam pertemuan tersebut. Simon meminta klarifikasi lapangan untuk memastikan kondisi bak air tersebut. Permintaan ini kemudian ditindaklanjuti Araksi TTS usai pertemuan.
Soal pengadaan Benih ikan bagi kelompok warga, Tse menyebut nama Urias Betty, Sarus Sanak sebagai warga yang pernah menerima benih ikan dari desa untuk dipelihara di kolam mereka.
Sementara soal item program pengadaan ayam potong yang disampaikan OBE dan EKO tidak tampak secara fisik, Tse mengaku tidak tahu karena ia tidak memegang Perdes/APBDesa. Dia juga baru menjabat TPK pada tahun 2018 sehingga program tahun sebelumnya tidak diketahui.
Aleksander Tse mengakui kalau pengadaan satu unit dump truk oleh BumDes juga tidak diketahui. Terkait pengadaan truk ini, Anderias Benu, pengurus BumDes mengatakan truk tersebut di beli oleh kades Melkias pada bulan Mei 2019. BumDes baru beroperasi pada Maret 2019.
Ia mengaku tidak tahu-menahu soal pembelian truk tersebut karena tidak ada satupun dokumen terkait pembelian truk itu yang dilihat. Ia mengaku hanya tahu soal usaha batako dan kios yang diusahakan BumDes.
Terkait pengelolaan dana desa Tubuhue untuk tahun 2016 dan 2017, Aleksander Tse mengaku tidak tahu karena dalam tahun itu yang menjabat TPK adalah Ose Benu. Meski di tahun 2018 ia sudah menjabat TPK namun kata Tse, ia tidak mengetahui persis  pengelolaan dana untuk semua item program, namun demikian ia mengakui ikut menandatangani dokumen dalam proses pembuatan laporan pertanggungjawaban dana desa.
“Saya tidak kelola dana, saya hanya awasi saja, soal siapa yang kelelo saya tidak tahu,”kata Tse yang tidak memberikan jawaban pasti ketika ditanya apakah ia menerima sejumlah uang atas jasanya dalam menjalankan tugas sebagai TPK, unsur pengelola kegiatan dana desa. Pertanyaan ini mengingat pernyataan Tse yang mengatakan ia tidak mengelola kegiatan hanya mengawasi saja. “Saya tidak bisa ungkapkan saya terima atau tidak (hak sebagai TPK),”kata Tse.
Alfred Baun mengatakan persoalan dana desa Tubuhue harus disikapi aparat penegak hukum karena disinyalir ada yang tidak beres dalam pengelolaan dana itu.
“Kami akan ikuti terus persoalan ini. Kami akan bawa ini ke ranah hukum,”kata Alfred sesaat sebelum bersama kru Araksi melihat langsung sejumlah item program yang diungkap OBE dan EKO kepada media. (jmb/Pau)
___________________
Foto: Aleksander Tse, TPK Desa Tubuhue

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *