‘Kasie Pidsus’ & ‘Kajari TTS’ Telepon Kades Hoi,Bendahara & TPK, Minta Uang

oleh -1.5K views
Kota SoE,Fakta TTS-Kepala desa Hoi kecamatan Kuatnana kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Edinus Tuke,  bendahara Yustus Mnao dan ketua TPK desa Elias Mone pada Selasa (19/3/2019) menerima telepon dari seseorang menggunakan nomor berbeda yang tidak tersimpan dalam memori telepon genggam mereka.
Di hari pertama si penelepon mengaku sebagai kepala seksi tindak pidana khusus (kasie pidsus) Kejari TTS dan di hari berikutnya dengan nomor berbeda mengaku sebagai Kajari TTS. Kedua  penelepon meminta uang kepada ketiganya masing-maisng puluhan juta rupiah untuk mengamankan mereka dalam kasus dugaan korupsi dana desa yang sementara ditangani Kejari TTS dan telah memiliki satu tersangka, Vinsen Sonbai, supplier jasa konstruksi.
Rabu siang Bendahara dan ketua TPK mendatangi kantor Kejari TTS untuk memastikan  informasi tersebut. Mereka bertemu langsung Kajari TTS,  Fachrizal,SH bersama kasie Pidsus Khusnul Fuad,SH dan sejumlah  jaksa di Kejari TTS.
Informasi yang disampaikan si penelepon itu ternyata tidak benar sehingga bersama sejumlah jaksa, mereka kemudian mengatur siasat untuk menangkap si penelepon.
Menggunakan nomor handphone  salah seorang  jaksa fungsional, bendahara Yustus diminta menghubungi si Kajari palsu membuat janji ketemu untuk menyerahkan uang Rp 15 juta. “Pakai nomor salah satu jaksa fungsional kita kasih bendaharanya telepon minta ketemu untuk serahkan uang Rp 15 juta. Dia (Kajari palsu) minta ketemu di salah satu warung dekat Masjid Al-Ikhlas. Saat kita mau kesana dia telepon minta uangnya ditransfer lewat rekening BRI atas nama Muhamad Hariyanto,”kata Khusnul Fuad saat mendampingi Kajari Fachrizal menyampaikan informasi pencatutan nama Kejari TTS oleh oknum tak bertanggungjawab tersebut kepada wartawan di ruang kerja Kajari TTS.
Dikatakan kasie pidsus, penangkapan batal namun pihaknya kemudian melacak keberadaan si ‘Kajari TTS’ lewat nomor yang digunakan.
“Nomornya aktif dan kita sudah tahu titik diamana yang bersangkutan berada. Dia ada di Jawa. Kita akan buat laporan ke kepolisian dan pihak bank untuk blokir rekening atas nama orang tersebut,”kata Fuad.
Sementara Kajari Fachrizal menghimbau kepada semua pihak untuk tidak percaya kalau ada menerima telpon seperti yang dialami aparat desa Hoi dan TPK itu. “Kalau ada seperti itu jangan percaya, langsung lapor ke kami atau ke pihak berwajib untuk diproses,”katanya.(jmb)
______________________
Foto: Kasie pidsus Khusnul Fuad dan Kajari Fachrizal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *