Keluarga Fridus Banunaek Minta Maaf, Bupati TTS : “Tidak Ada Masalah”

oleh -2.2K views
Kota SoE,fakta-tts.com – Orang tua dan keluarga Wilfridus Banunaek, Sabtu (5/10/2019) malam menemui bupati TTS, Eppy Tahun di rumah jabatan Bupati.
 
24 orang keluarga Banunaek dari kampung Noetoko desa Fenun kecamatan Nunkolo itu datang untuk menyampaikan permohonan maaf dari Wilfridus Banunaek kepada bupati Eppy Tahun. “Jika komentar Wilfridus dirasa telah menghina bapak bupati maka kami mohon maaf, ini kami tidak bermaksud untuk meniadakan proses hukum di polisi,”kata Ruba di dampingi Lambertus Banunaek dan Magdalena Taek, orang tua Wilfridus, dan sejumlah anggota keluarga lainnya.
 
Setelah mendengar itu bupati Eppy Tahun mengatakan bagi dirinya tidak adalagi persoalan. “Tak ada lagi masalah, ini sudah selesai,”kata bupati Eppy Tahun sesaat sebelum mengambil Sirih-Pinang, isi Oko Mama yang dibawa keluarga Banunaek sebagai ungkapan hati secara adat.
 
Bupati Eppy Tahun kemudan meminta Ruba Banunaek untuk berkoordinasi dengan bagian hukum Setda TTS untuk mengurus penyelesaian masalah itu ke polisi. “Untuk saya sudah selesai dan nanti pak Ruba tolong koordinasi dengan bagian hukum untuk urus prosesnya di polisi,”katanya.
 
Wilfridus dilaporkan bagian hukum setda TTS ke polisi Kamis (3/10/2019) siang karena diduga telah menghina bupati Eppy Tahun Lewat komentarnya di grub Facebook Pemuda TTS menanggapi berita fakta-tts.com berjudul “Judi Dimana-mana, Bupati TTS Akan Surati Camat, Lurah dan Kepala Desa”.
Wilfridus sempat di tahan di sel Mapolres TTS sejak Rabu (2/10/2019) malam setelah dijemput anggota Buser Polres TTS dari kediamannya di Noetoko.
 
Sabtu (5/10/2019) Wilfridus dikeluarkan dari sel tahanan Polres TTS dengan alasan yang belum terkonfirmasi dari pihak Polres TTS. Kabarnya Wilfridus dikenakan wajib lapor untuk menanti penyelesaian penyidikan kasus itu.
Sebelumnya kasat reskrim Polres TTS, Iptu Jamari menyampaikan atas laporan Pemda TTS tersebut, Wilfridus ditetapkan sebagai tersangka dengan Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (3) UU No. 11 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 19 Tahun 2016 tentang ITE.
Ancaman pidana pasal ini mencapai 4 tahun penjara atau denda paling banyak Ro. 750.000.000.
Diakhir pertemuan pihak keluarga Wilfridus makan malam bersama bupati Eppy Tahun.  (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *