Plt. Camat Polen: “Kades Loli Melawan”

oleh -1.7K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Pelaksana tugas (plt) camat Polen kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Buce Kase mengatakan kepala desa (kades) Loli, Yupiter Mella sudah berulang kali diingatkan dan ditegur soal penebangan pohon dalam kawasan hutan Laob Tunbes di desa Loli kecamatan Polen namun yang bersangkutan tidak mengindahkannya.
“Itu kades melawan, sebelum bendungan Temef dikerjakan itu kami sudah ingatkan berulangkali bahkan ditegur tapi dia masih biarkan litu sampai sekarang,”kata Buce Kase saat dikonfirmasi di kantor bupati TTS, Jumat (6/12/2019).

Buce Kase menandaskan pihaknya pernah memanggil kades Yupiter ke kantor kecamatan untuk membicarakan masalah itu karena penebasan berada di wilayah desa Loli, namun kades Yupiter tidak memenuhi panggilan tersebut.

Ia menduga kades Yupiter berada dibalik penebasan tersebut. “saya pernah bilang jangan coba coba pakai kekuasaan kades untuk tantang aturan negara karena bukan alam yang rusak tapi manusia juga ikut rusak,”katanya.
Buce menambahkan kedatangannya ke kantor bupati juga untuk menemui bupati Eppy Tahun untuk melaporkan hal tersebut.
Dugaannya penebasan kawasan itu selain untuk tujuan permukiman dan lahan kebun, kayu dari pohon yang ditebang itu dijual ke kabupaten TTU dan Kupang.

“kayunya dijual ke Kefamenanu,TTU dan Kupang,”katanya.
Ia berharap ada tindakan tegas dari Pemda dan instansi terkait soal penebasan hutan tersebut. “ini pernah dilaporkan ke Pemda tapi kita belum tahu hasilnya. Kalau dari saya, ini sudah bisa dia diproses hukum,”katanya.
Kades Yupiter Mella belum berhasil dikonfirmasi soal dugaan ia berada dibalik penebasan hutan tersebut.
Sebelumnya Chirst Hauoni dan Maxi Angket dua warga SoE asal desa Loli kepada fakta-tts.com, melalui telepon Kamis (5/12/2019) menyampaikan mereka kuatir Penebasan hutan oleh warga setempat yang mulai dilakukan sekitar empat bulan lalu itu akan berdampak pada  keringnya sumber-sumber air di wilayah itu. “Itu kawasan hutan yang dilarang pemerintah untuk ditebas. Tapi penebasan kini terjadi  dan itu dimulai sekitar tiga atau empat bulan lalu, mata air loli itu kini airnya mulai kering, saya sebagai salah satu amaf dari kefetoran Bijeli sangat prihatin dengan penebasan kawasan hutan Laob Tunbes itu,”kata Maxi Angket, ASN pada badan Kesbangpol kabupaten TTS.
Crist Hauoni dan Maxi menyampaikan luas lahan hutan yang ditebas diperkirakan sudah mencapai lebih dari lima hektoare (ha). Karena diatas permukiman baru itu sudah dibangun sekitar lima puluh rumah berkonstruksi permanen maunpun semi permanen. (Jmb)
____________
Foto: Buce Kase

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *