Postingan Themy Nomleni Soal Jual Beli Lahan Di Oinlasi Direspon Polisi

oleh -1.7K views
Oinlasi,fakta-tts.com – Postingan Themy Nomleni terkait jual beli lahan di Oinlasi kecamatan KiE Kabupaten TTS oleh Aleksander Nomleni dan Johanis Moali direspon Polsek KiE dan kepala desa Oinlasi, Yermias Nomleni.
Kapolsek KiE, Iptu Marten Takan,kepada fakta-tts.com Rabu (4/12/2019) melalui telepon menyampaikan Postingan Themy di sejumlah grup Facebook yang menyatakan kepala desa dan Polsek KiE telah bertindak kejam dengan membenarkan kwitansi palsu jual beli lahan yang dibuat Johanis Moali adalah informasi yang tidak benar karena pihaknya memiliki bukti kwitansi pembelian lahan oleh Johanis kepada Aleksander.
Dikatakan persoalan itu kini tengah diproses hukum oleh Polsek KiE atas laporan dugaan penipuan yang disampaikan Johanis Moali.
Johanis merasa telah ditipu oleh Aleksander karena saat akan mengelola lahan tersebut Aleksander mengatakan ia tidak pernah menjual lahan tersebut kepada Johanis.
Kapolsek Marten Talan didampinhi Kanitres Bripka Sefnat A.R Sae wartawan di Mapolsek KiE menyampaikan polisi telah menetapkan Aleksander Nomleni sebagai tersangka atas laporan tersebut dengan sangkaan pasal  378 KUHP tentang tindak pidana penipuan.
“Penetapan tersangka sudah sesuai prosedur karena kami sudah mengantongi cukup bukti, keterangan saksi dan kwitansi jual beli sehingga memenuhi unsur pidana,”katanya.
Kapolsek Marten Talan merasa telah dirugikan dengan informasi lewat postingan akun facebook Themy Nomleni tersebut. Namun pihaknya masih berkoordinasi dengan  Polres TTS untuk tindakan selanjutnya.
Disampaikan Aleksander Nomleni sempat ditahan setelah dijemput dari rumahnya karena dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan polisi.
Aleksander dijemput dan mulai ditahan Jumat (29/11/19) namun pada tanggal 30 November 2019 ditangguhkan penahanannya setelah Themy Nomleni, Johanis Moali dan Kades  Yeremias Nomleni untuk meminta penanguhan penahanan.
Informasi yang dihimpun lahan yang menjadi persoalan itu seluas 7.000 meter persegi. Lahan itu dibeli dengan harga Rp 12.000.000.
Jual beli diduga terjadi 23 November 2009. Tanggal 5 November 2019, Johanis mendatangi lokasi lahan yang dibeli untuk dikelola namun dihalangi oleh Aleksander karena merasa tidak pernah ada transaksi jual beli lahan itu dengan Johanis.
Johanis kemudian mengadu ke kades Yermias Nomleni yang kemudian masalah tersebut diteruskan Johanis ke Polsek KiE pada 11 November 2019 dengan melampirkan bukti kwitansi jual beli tanah,yang sudah di paraf Oleh Aleksander Nomleni di atas materai enam ribu. (Ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *