Sidang Vonis Kasus Pembunuhan di PN SoE Ricuh, Polisi Selamatkan Majelis Hakim

oleh -1.8K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Sidang pembacaan putusan perkara pembunuhan di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) SoE, Ricuh.
Keluarga korban tidak terima dengan putusan majelis hakim yang memvonis tujuh tahun penjara bagi terdakwa Narkis, pria 25 tahun asal kabupaten TTU.
Begitu mendengar vonis tujuh tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada terdakwa, sejumlah anggota keluarga korban yang mengikuti sidang sontak ribut dalam ruang sidang.
Begitu palu sidang diketuk ketua majelis hakum mereka berteriak menolak putusan tersebut sambil berusaha menerobos pintu pembatas tempat duduk pengunjung untuk menuju majelis hakim.
Sejumlah anggota polisi langsung sigap menghalau aksi brutal keluarga korban yang ingin mendekati majelis hakim.
Ketua majelis hakim dan dua anggotanya yang tampak panik langsung diamankan polisi dari tempat duduk majelis  hakim. Ketiga hakim diselamatkan polisi dengan menggiring ketiganya melalui pintu di belakang kursi majelis hakim.Terdakwa juga langsung diamankan anggota polisi lainnya.
Anggota keluarga korban yang ribut diamankan polisi dari dalam ruang sidang. Sementara di luar ruang sidang, di depan pintu gerbang PN SoE, orasi dan aksi pembakaran oleh sejumlah anggota keluarga korban lainnya masih terjadi. Kobaran api dari sejumlah material yang dibakar massa dipadamkan siraman air dari satu tangky pemadam kebakaran yang disiagakan di lokasi.
Aksi demo keluarga korban itu sudah berlangsung di gerbang pintu masuk PN SoE sebelum sidang berlangsung. Aksi ini mendapat kawalan ketat petugas kepolisian berseragam lengkap. Mereka berorasi menuntut terdakwa dihukum seberat-beratnya.
Massa sekitar 50-an orang juga menuntut masuk mengikuti sidang namun karena pertimbangan keamanan jalannya sidang polisi hanya membolehkan beberapa perwakilan keluarga untuk masuk dalam ruang sidang. Sekitar 10 orang perwakilan massa yang dibolehkan masuk digeledah di depan pintu ruang sidang.
Sebelum masuk ruang sidang, mereka juga dingatkan pihak pengadilan untuk tidak ribut.
Dalam penggeledahan Salah satu diantara mereka didapati menyelipkan sebilah pisau dibalik bajunya. Ia tidak diijinkan masuk ruang sidang.
Kejadian tersebut merupakan skenario yang dilakukan dalam kegiatan simulasi huru-hara yang di gelar Pengadilan Negeri SoE, Rabu (24/10/2019).
Kegiatan Simulasi ini melibatkan pihak Polres TTS dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten TTS.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *