Wakapolres Setuju Aspol KiE Diperbaiki

oleh -4K views

Kota SoE,fakta-tts.com – Wakil Kepala kepolisian resor (Wakapolres) Timor Tengah Selatan (TTS), Kompol Herman Bessie setuju jika bangunan asrama polisi (Aspol) di Mapolsek KiE Diperbaiki. Ini karena kondisi bangunan Aspol berrisiko dan tidak nyaman bagi anggota untuk ditempati.

“Memang sebaiknya itu (bangunan) sudah harus diperbaiki karena kondisinya sudah parah, itu rawan bagi keselamatan anggota karena ada longsor disitu,”kata Kompol Herman didampingi kabag perencanaan Polres TTS, AKP Marthinus Bien, Rabu (18/9/2019) di ruang kerja Wakapolres TTS.
Wakapolres Herman menyampaikan kepada Kabag Marthinus Bien untuk membuat perencanaan. “Itu perlu dimasukan dalam perencanaan,”kata Herman.
Ia mengatakan jika kondisi tanah di komplek Mapolsek kurang baik untuk kekokohan bangunan maka akan diupayakan untuk memindahkan lokasi Mapolsek KiE.
Ditambahkan Marthinus Bien, tak hanya Aspol Mapolsek KiE yang kondisinya mengkuatirkan namun ada juga Aspol lain seperti di Polsek Kolbano yang bangunan asramanya masih beratap daun, lantai tanah dan dinding benak.
Sebelumnya Kapolsek KiE, Ipda Marten Talan mengatakan takut menempati rumah dinas yang ada di komplek Mapolsek KiE di RT 07/RW 03 desa Napi kecamatan KiE.
Tak hanya dirinya sejumlah anggota juga takut menempati tiga bangunan asrama yang sederet dengan rumah dinas Kapolsek tersebut.
“Kami takut saat kami di dalam tiba-tiba bangunan roboh,”kata Marten.
Ia menjelaskan empat bangunan rumah yang berderet itu mengalami kerusakan berupa retakan di sejumlah sisi bangunan seperti lantai dan tembok.
Bahkan tambah Kapolsek Marten lantai ruangan depan dan kamar tidur rumahnya tak hanya retak namun mengalami penurunan sehingga muncul cekungan di lantai kedua kamar rumah dinas.
Retakan parah terlihat di fondasi dan tangga masuk rumah. Sementara di emper bagian belakang retakan terlihta tidak separah bagian depan.
Ia mengatakann kondisi bangunan tersebut sudah terjadi sejak lama karena saat ia menjabat Kapolsek KiE sekitar Desember 2018 lalu, retakan itu sudah terlihat dan kini kian parah. Retakan diduga karena struktur tanah yang labil. “Di belakang asrama itu ada longsor, sepertinya retakan itu karena struktur tanahnya,”kata Kapolsek Marten yang akan pensiun tahun depan ini.
Dikatakan di komplek Mapolsek ada dua titik bangunnan asrama yakni di samping kanan dan belakang Mapolsek.
Dua deret bangunan asrama tersebut yang ditempati anggota hanya yang berada di belakang Mapolsek yang kondisinya memungkinkan untuk ditempati.
Sementara empat bangunan yang berderet di samping kanan mapolsek hanya satu bangunan yang ditempati anggota sementara tiga lainnya termasuk rumah dinas Kapolsek tidak ditempati.
Mapolsek KiE diisi 13 personil termasuk Kapolsek. “Dari 13 anggota hanya 4 orang yang tinggal di asrama yang lainnya tinggal di luar,”katanya. (Jmb)
_______________
Foto: Wakapolres TTS Herman Bessie dan Kabagren Marthinus Bien

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *