3 Bulan Dipakai, Puskesmas Siso Rusak, Bupati: “Konstruksi Tidak Sesuai Standar Perencanaan”

oleh -3.3K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Bangunan puskesmas Siso kecamatan Molo barat kabupaten TTS, mengalami kerusakan setelah tiga bulan difungsikan. Tanggal 29 Desember 2019 lalu, plafon dan talang air di sisi kiri bangunan ambruk, tembok bangunan di beberapa sisi juga mengalami retakan.
Kejadian itu menarik perhatian bupati Egusem Piether Tahun,ST,MM yang pada 2 Januari 2020 mendatangi lokasi dan melihat langsung kerusakan bangunan puskesmas bernilai Rp 3,5 miliar tersebut.
Kepada fakta-tts.com, Senin (6/1/2020) petang, bupati Eppy Tahun mengatakan dari hasil pengamatannya kerusakan diduga terjadi karena konstruksi beberapa sisi bangunan tidak sesuai standar perencanaan.
“Sesuai pengamatan di lapangan soal pelaksanaan konstruksi tidak sesuai dengan standard perencanaan. tapi ini pengamatan lapangan. kami belum lihat gambar Perencanaannya,”kata bupati Eppy Tahun.
Sebelumnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dinas kesehatan kabupaten TTS, Nahad Baunsele didepan kadis dr. Eirene Ate mengakui kalau ada kesalahan dalam konstruksi pada bagian yang rusak.
Disebutkan bagian yang alami kerusakan yakni ACP talang air sisi kiri bangunan, retakan di sudut timur dan sumbatan di paralon pembuangan air.
Dijelaskan pihak pelaksana proyek PT. Kasih Sejati Perkasa telah bersedia memperbaiki bagian yang rusak. Namun kata Nahad perbaikan belum dilakukan karena ada permintaan dari bupati untuk memeriksa lebih dulu bahan atau material yang akan digunakan oleh rekanan sebelum digunakan. “Pak bupati mau periksa dulu bahan yang mau dipakai sebelum pekerjaan perbaikan dilakukan, jadi perbaikan belum dilakukan,”kata Nahad.
Kadis Eirene Ate mengatakan kerusakan terjadi saat hujan namun kerusakan tersebut tidak menghambat pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Aktifitas pelayanan tetap jalan seperti biasa,”katanya.
Pekerjaan bangunan tersebut dimulai Juli 2018 lalu dengan kontraktornya, Maria Roslin yang mendapat kuasa direktur PT Kasih Sejahtera Perkasa. Nilai kontrak  Rp 3,5 miliar dengan jangka waktu kerja 165 hari.
Namun hingga januari 2020 diakui PPK bahwa pekerjaan  belum dilakukan FHO atau penyerahan pekerjaan oleh kontraktor kepada dinas padahal jadwalnya pada November 2019 FHO sudah harus dilakukan. “Sampai November belum di FHO karena ada item kerja yang perlu diperbaiki,”kata Nahad.(jmb)
__________
Foto: bupati Eppy Tahun saat memantau kerusakan bangunan puskesmas Siso

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *