Dicopot Bupati Dari Camat Fatukopa, Altaban Nenabu : “Saya Terima Dengan Sakit Hati Dan Malu”

oleh -3.4K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Egusem Piether ‘Eppy’ Tahun,ST,MM mencopot Altaban Nenabu dari jabatan Camat Fatukopa.
Pencopotan itu diumumkan bupati Eppy Tahun dalam apel ASN Senin pagi di alun-alun kantor bupati TTS,Senin (29/6/2020) pagi.
Pencopotan itu kabarnya terkait proses SPJ dana desa tahun 2019 yang tak kunjung selesai oleh pemerintah desa di desa Taebone,  Nununfutu, Besnam dan desa Fautkopa.
Sebagai camat, Altaban dinilai gagal mendorong keempat desa tersebut untuk cepat menyelesaikan SPJ dana desa mereka.
Pengumuman pencopotan itu setelah Altaban Nenabu diminta klarfikasi atau di BAP oleh pihak BKD kabupaten TTS.
Bupati Eppy Tahun yang dikonfirmasi pertelepon Senin malam membenarkan hal tersebut. Dikatakan Pemeriksaan terhadap camat sudah dilakukan namin berita acara pemeriksaan belum diterima.
“Cek di Sekda karena Berita acara Pemeriksaan belum diterima,”katanya.
Sementara Altaban yang berhasil dikonfirmasi membenarkan bahwa pencopotannya sudah diumumkan dalam apel Senin pagi. “Saya tidak hadir di apel itu tapi teman, saudara yang ikut apel sudah sampaikan kepada saya,”kata Altaban yang ditemui di kediamannya di kelurahan Nunumeu kecamatan Kota SoE.
Altaban mengatakan ia menerima keputusan bupati tersebut, meski ia merasa sakit hati dan malu.
Sakit hati karena ia merasa kesalahannya ada pada pihak pemerintah desa namun camat yang dianggap bersalah. Altaban juga merasa malu karena pencopotan dirinya diumumkan terbuka sebelum pemeriksaan berakhir dan SK pencopotan diterbitkan.
“Saya baru diperiksa dan hasil pemeriksaannya belum keluar juga kayaknya, tapi sudah diumumkan. Saya terima ini, tapi saya malu. saya ikut keputusan ini meski saya juga sakit hati karena kesalahan dari desa, saya yang kena getahnya,”kata Altaban.
Ia menambhakan dalam pengumuman disampaikan kalau pencopotannya terkait SPJ empat desa tersebut, namun dalam pemeriksaannya terkait dengan pelanggaran disipilin. “Tuhan dan alam yang tahu apa saya tidak masuk kantor?, kalau SPJ dana desa benar karena memang fisik lapangan tidak selesai bagaimana kita harus buat SPJ seratus persen, saya tidak bisa dan memang terlambat itu karena yang dilaporkan dan yang kami verfikasi itu berbeda, fisik belum selesai tapi uang sudah habis, apa saya harus buat semua sudah selesai dan baik?,”katanya.
Ia menduga ada pihak lain yang bermain untuk menjatuhkannya karena ia merasa ia tidak melakukan pelanggaran apapun terkait disiplin dan proses SPJ dana desa.
Ditambahkan ia akan buka-bukaan setelah SK pencopotan diterima. “Ini akan panjang dan akan terbuka siapa sebenarnya yang bermain disini untuk menjatuhkan saya,”katanya.
(Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *