Fisik Puskesmas Prototipe Oenino Bikin Curiga, Dinkes : “Tak Ada Masalah”

oleh -1.5K views
Oenino, fakta-tts.com – Kondisi fisik sejumlah item pekerjaan pembangunan Puskesmas Prototipe di kecamatan Oenino kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memunculkan kecurigaan Tim panitia khusus (pansus) DPRD TTS tentang LKPj Bupati tahun 2019 saat mengunjungi puskesmas tersebut, Selasa (16/6/2020).
Sejumlah item pekerjaan pelengkap bangunan Puskesmas tersebut belum dikerjakan namun sudah digunakan. Bahkan pengakuan pihak puskesmas bangunan itu belum diresmikan pengoperasiannya oleh Pemda TTS.
Ketua Pansus Marthen Tualaka kepada wartawan di puskesmas tersebut mengatakan pihaknya merasa janggal karena bangunan IPAL (Istalasi Pembuangan Air dan Limbah) puskesmas tersebut bukan berada dalam komplek puskesmas yang baru tapi berada di komplek puskesmas lama yang jaraknya agak jauh dari puskesmas baru. Saluran pembuangan dari puskesmas ke bangunan IPAL di Puskesmas lama juga tak tampak.
Pihaknya curiga kalau bangunan IPAL yang ada adalah bangunan lama di puskesmas lama yang hanya direnovasi. “Pansus akan minta klarfikasi dinas kesehatan soal ini karena kelihatannya ada yang kurang beres. IPAL-nya jauh dari puskesmas, jaringan IPAL dari puskesmas juga tidak terlihat. instalasi listrik dan air juga sepertinya belum selesai,”kata Marten Tualaka.
Pengakuan sejumlah petugas puskesmas IPAL yang berada di komplek puskesmas lama tersebut dikerjakan bersamaan dengan bangunan Puskesmas pada tahun 2018 lalu.
Informasi yang diperoleh fakta-tts.com, Profesional HandOver (PHO) atau penyerahan pekerjaan bangunan Puskesmas tersebut diduga dipaksakan untuk mempercepat pencairan dana 100 persen. Saat dilakukan PHO, pekerjaan diduga belum selesai 100 persen.
Nahad Baunsele yang kala itu menjabat PPK (Penjabat Pembuat Komitmen) proyek tersebut membantah informasi tersebut. Ia mengatakan tak ada masalah dengan pekerjaan proyek tersebut. “Tidak ada masalah, Pekerjaan sudah selesai 100 persen baru dilakukan PHO. Kini masih tersisa FHO saja, PHO sudah. Dananya masih sisa 5 persen, retensi,”kata Nahad lewat telepon Selasa malam. Total anggaran proyek tersebut bernilai Rp 3,5 miliar yang dikerjakan tahun 2018 lalu.
Ia mengatakan IPAL itu memang dibangun agak jauh dari bangunan Puskesmas baru karena pertimbangan kondisi tanah. Posisi permukaan tanah yanh rendah di komplek puskesmas lama menjadi pertimbangan pembangunan bangunan IPAL di komplek puskesmas lama.
Pertimbangan lain, IPAL tersebut dibangun di puskesmas lama karena jaringannya IPAL juga disambungkan dengan puskesmas lama.
“Itu pakai sistim grafitasi jadi letak bangunan penampungnya harus lebih rendah untuk kelancaran penyaluran, kalau letaknya diatas maka pnuangan dari puskesmas lama tidak bisa naik,”katanya.
Soal saluran IPAL yang tidak terlihat dipermukaan tanah, Nahad menjelaskan bahwa saluran IPAL yang tersambung dari bangunan Puskesmas bari ke bangunan IPAL  di Puskesmas lama tersebut tertanam dalam tanah  sehingga tidak kelihatan. “Tidak terlihat dipermukaan tanah karena memang tanahnya digali baru dipasang salurannya,”kata Nahad.
Terkait listrik dan air kata Nahad juga sudah selesai dikerjakan.(Pau/jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *