Fisik Puskesmas Prototype di TTS Banyak Yang Masalah, Bupati : “Konsultan Pengawas Tidak Berperan Aktif”

oleh -1.3K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Pada tahun 2018 lalu Pemerintah kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat alokasi anggaran kesehatan miliaran rupiah dari pemerintah pusat untuk pembangunan sejumlah puskesmas Prototype. Dinas kesehatan kabupaten TTS adalah instansi atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengelola pekerjaan puskesmas-puskesmas tersebut.
Hasil pantauan pansus LKPJ bupati TTS tahun 2019,  dari 6 Puskesmas prototype yang didatangi yakni puskesmas
Oenino-kecamatan Oenino, puskesmas Manufui di kecamatan Boking, Puskesmas Hauhasi di kecamatan Toianas, puskesmas Taneotob di kecamatan Nunbena, puskesmas Siso kecamatan Molo selatan dan puskesmas Batuputih di kecamatan Batuputih,  beberapa diantaranya mengalami kerusakan fisik setelah selesai dikerjakan dan ada item pekerjaan yang tidak dikerjakan. sementara meski ada kerusakan bangunan Puskesmas sudah dimanfaatkan pihak puskesmas karena tuntutan layanan masyarakat.
“Ada 6 Puskesmas prototype Oenino, item selasar belum selesai dan finising daun  pintu daun jendela belum selesai.
Manufui, paving halaman belum, Hauhasi, fhinising, daun pintu/jendela belum.
Taneotob, baru tembok, PHK. Puskesmas Siso, belum FHO sudah rusak berat pada beberapa item.
Batuputih, 1 unit gedung paramedis belum pasang plafon dan keramik,” demikian ketua Pansus LKPJ, Marten Tualaka merinci temuan pansus di ke-6 puskesmas yang didatangi.
Setelah mihat kondisi Puskesmas Siso, akhir pekan kemarin, Wakil ketua pansus, Uksam Selan meminta dilakukan audit tekhnis untuk memastikan kualitas pekerjaan dari para rekanan pelaksana pekerjaan. Karena dari pantauan pansus kualitas pekerjaan diragukan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dinas kesehatan kabupaten TTS tahun 2018 lalu, Nahad Baunsele mengakui adanya persoalan fisik di sejumlah puskesmas prototype yang ada. “banyak faktor. Masing-masing dengan kendala sendiri. tapi kita tetap akan lakukan perbaikan biar  semua bisa tetap berfungsi dengan baik,”demikian Nahad Baunsele.
Bupati Egusem Piether Tahun,ST,MM yang dimintai tanggapan menuding pihak konsultan pengawasan dan Pengelola Tekhnis Proyek (PTP) di
dinas PRKP sebagai pihak yang kurang memperlihatkan peranannya.
Bupati Eppy Tahun menyampaikan kondisi yang terjadi menandakan kalau peran konsultan pengawasan sangat lemah dalam mengawasi proses pekerjaan fisik. Peran aktif Pengelola Tekhnis Proyek (PTP) di
dinas PRKP juga disebut bupati Eppy Tahun punya tanggungjawab soal persoalan fisik poryek puskesmas-puskesmas tersebut.
Lemah di Pengawasan/Konsultan Pengawas yang tidak berperan secara aktif. Waktu kami di Puskesmas Toianas Buku tamu dibawa oleh Konsultan Pengawas. Buku tamu harus ada di Proyek selama pelaksanaan fisik berlangsung. Perketat pengawasan & PTP Dinas PRKP harus berperan aktif,”jelas bupati Eppy Tahun lewat layanan WhatsApp. (Jmb/yef)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *