Janji RDP Komisi 3 DPRD Kupang Belum Jelas, Den : “jangan Sampai Ada Sesuatu”

oleh -873 views

Kupang, fakta-tts.com – Janji ketua komisi III DPRD Kabupaten Kupang, Dessy Ballo untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan masyarakat, pemkab Kupang dan pemegang IUP tambang galian C di sungai Noelbiboko desa Pariti kecamatan Sulamu dipertanyakan warga.

Belum jelasnya soal agenda RDP tersebut melahirkan dugaan warga kalau telah terjadi sesuatu dalam upaya penyelesaian persoalan tambang di kali Noelbiboko.
“Saat di kali itu ibu Dessy bilang setelah pulang dari Pariti akan koordinasi dengan pimpinan DPRD untuk dilakukan RDP lengkap bersama masyarakat, pemerintah dan pemegang IUP untuk menyelesaikan masalah ini. nyatanya sudah sekitar dua Minggu ini RDP belum jrlas, ini ada apa? Jangan-jangan ada sesuatu,”kata Den Bainuan didampingi Marten Hadjo,
Halima Tenge dan Ani Gaspers, perwakilan warga Pariti yang kini memperjuangan kejelasan soal penambangan galian C di suangai itu yang diduga menyimpan persoalan mulai dari proses perijinan, dampak tambang  hinggga  kewajiban sosial perusahaan terhadap warga setempat.
Disampaikan RDP tersebut sangat penting bagi warga karena RDP tersebut dianggap menjadi gerbang penyelesaian persoalan tambang galian c di kali Noelbiboko mulai dari proses perijinan, dampak tambang hingga kewajiban sosial perusahaan terhadap warga setempat.
“RDP itu ibarat pintu bagi kita semua untuk mendapatkan kejelasan soal apa yang sebenarnya yang terjadi dalam tambang galian C di Noelbiboko. Dugaan kami sebelumnya bahwa ada masalah disitu soal lingkungan, dampak, proses perijinan hinhha kewajiban perusahaan, ini yang perlu ada kejelasan lewat RDP ini,”tambah Marten Hadjo.
Halimah Tenge menambahkan DPRD kabupaten Kupang setidaknya memandang serius persoalan itu dengan mewujudkan apa yang sudah dijanjikan kepada warga. “Ini soal komitmen kalau sudah janjikan sesuatu mestinya diwujudkan jangan gantung karena ini bisa berdampak pada kepercayaan warga terhadap wakil mereka di DPRD,”katanya.
Dessy Ballo yang dikonfirmasi melalui layanan WhatsApp soal jadwal RDP belum merespon hingga berita ini diterbitkan.
Persoalan galian C di alur kali Noelbibiko ini mulai diangkat warga pada tahun 2016 lalu, karena penyelesaian tidak jelas maka Juni 2020 kemarin hal itu kembali diangkat oleh Jermi Lau, Marten Hadjo, Den Bainuan, Askenat Pelokila, Egy Taneo, Oring Kiuk, Heri Manu, Olin Lase, Seppi Pelokila  dan sejumlah warga Pariti lainnya dengan menyurati BLHD kabupaten Kupang, DPRD kabupaten Kupang dan dinas ESDM NTT, namun hingga ini proses penyelesaian masalah tersebut masih sebatas turun lokasi.
Kadis Pertambangan ESDM NTT, Jusuf Adoe mengatakan di alur sungai Noelbiboko ada 12 perusahaan yang beroperasi namun hanya tidak semua pemegang IUP terdata oleh disnas ESDM NTT. Ini karena saat pemberlakukan aturan baru tahun 2018 lalu, tidak semua IUP disertakan ke dinas ESDM provinsi NTT. Kadis Jusuf Adoe mempertanyakan alasan pemkab Kupang  sehingga tidak menyertakan semua dokumen pemegang IUP saat pengalihan kewenangan penerbitan IUP tersebut. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *