Jumlah PMI Asal TTS ke LN Menurun, Kabid : “Bisa Saja Itu Karena Banyak Kasus”

oleh -2.1K views

Kota SoE, fakta-tts.com -Kepala bidang (Kabid) pelatihan dan penempatan tenaga kerja dinas tenaga kerja dan transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Anton Lakapu mengatakan dalam tiga tahun terakhir, 2017 sampai dengan tahun 2019 jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal kabupaten TTS yang berangkat ke Luar Negeri mengalami penurunan.

Menurunnya jumlah PMI asal TTS ke luar negeri itu dugaan Anton karena terjadi banyak  kasus penangkapan calon TKI ilegal oleh satgas traffiking dan kematian TKI di luar negeri yang terekspos di media massa sehingga orang menjadi takut ke luar negeri. Sebab berikut kata Anton bisa saja karena sudah ada peluang kerja di daerah. “Menurun itu bisa saja karena terjadi banyak kasus TKI di luar negeri. Selain itu karena ada lapangan kerja di daerah,”katanya.
Dinas Nakertrans kabupaten TTS sendiri kata Kabid Anton tengah melakukan upaya untuk menciptakan ratusan wirausaha baru dalam tiga tahun terakhir dengan menggelar pelatihan keterampilan bagi generasi muda. Ini salah satu tujuannya juga untuk mengatasi persoalan TKI ilegal ke luar negeri.
Dikatakan penurunan angka PMI ke luar neger dalam tiga tahun terakhir cukup signifikan. Tahun 2017 sebanyak 143 orang, tahun 2018 sebanyak 114 orang dan tahun 2019 sebanyak 72 orang. Sementara hingga pertengahan Januari 2020 tercatat baru 4 orang.
Kata Kabid Anton, umumnya keberangkatan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal kabupaten TTS itu untuk menjadi asisten rumah tangga untuk yang perempuan dan yang laki-laki sebagai pekerja di kebun kelapa sawit.
Negara tujuan para calon TKI adalah Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam dan Hongkong.
Para PMI tersebut berangkat dengan jasa sejumlah Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang terdaftar di dinas Nakertrans kabupaten TTS. PJTKI yang terdaftar memiliki kantor cabang di TTS pada tahun 2019 lalu sebanyak 36 perusahaan. Namun kata Anton dari jumlah tersebut hanya dua PJTKI yang punya kantor pusat pelatihan yakni PT Citra Bina Tenaga Mandiri dan PT.Gasindo Gualasari.
Sebelum diberangkatkan kata Anton, calon TKI wajib dilatih di tempat pelatihan dari PJTKI yang bersangkutan. Karena itu perusahaan yang tidak memiliki pusat pelatihan wajib melakukan kerjasama dengan perusahaan yang punya pusat pelatihan calon TKI.
“jadi yang punya kantor cabang di luar NTT harus MOU dengan dua perusahaan itu untuk pelatihan calon TKI. Dinas tidak lakukan pelatihan,”katanya.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *