Kadis PRKP : “Warga Sumbat Pipa Air ke Nunkolo, Mel Bana : “Kasih Tahu Namanya, Saya Lapor Polisi”

oleh -1.7K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Saat meninjau bangunan pabrik air mineral di samping kantor PDAM SoE, Senin (15/6/2020) siang pansus DPRD Timor Tengah Selatan (TTS) tentang LKPj Bupati tahun 2019 bertemu dengan kadis PRKP kabuapten TTS, Jack Benu.

Saat bertemu pansus, kadis Jack Benu menyampaikan kepada Melianus Bana, anggota Pansus tentang persoalan tidak mengalirnya air dari bak penampung di desa Fat ke desa lainnya di wilayah kecamatan Nunkolo. Maklum saja, Mel sapaan Melianus Bana adalah anggota dewan asal wilayah itu yang kini gencar memprotes proyek jaringan air senilai Rp 1 miliar yang tak kunjung dirasakan manfaatnya oleh warga  Nunkolo sejak diresmikan sekitar akhir tahun 2019 lalu itu.
“Persoalannya (air tidak mengalir ke Nunkolo) karena ada warga yang sumbat Pipa ke Nunkolo pakai kayu, identifikasi kami di lapangan seperti itu dan orangnya sudah diketahui,”kata Jack Benu sambil menunjukan beberapa foto penyumbatan pipa air ke arah wilayah Nunkolo tersebut.
Mel Bana kaget dan tampak sedikit berang setelah mendengar penyampaian kadis Jack Benu itu. “Ah…kok bisa begitu?, Kalau benar begitu, kasih tahu namanya, biar saya lapor dia ke polisi atas nama warga disana karena sikapnya itu sudah keterlaluan, bikin susah orang lain,”kata Mel Bana yang berulangkali menanyakan nama oknum warga yang dimaksud kadis Jack Benu.
“Orangnya sudah di SoE sini, besok kita ketemu di kantor bupati baru kita klarfikasi,”kata kadis Jack merespon pernyataan Mel Bana.
Kadis Jack Benu mengatakan pipa ke arah Nunkolo dari bak penampung di desa Fat itu dipotong putus kemudian disumbat menggunakan potongan kayu. Hal itu ditemukan di dekat kantor desa Fat kecamatan Nunkolo.
Kadis Jack menjelaskan persoalan air tidak mengalir bukan hanya karena pipa dari bak penampung desa Fat ke Nunkolo yang dipotong putus dan disumbat. Namun persoalan juga ditemukan di titik sumber air yang mana sejumlah modul panel Surya-pembangkit listrik di sumber air pecah ddiuga dilempar sehingga pembangkit listrik tenaga Surya di sumber air itu tidak berfungsi baik. Ada juga beberapa modul panel yang hilang dari tempatnya.
Penyampaian itu didukung dengan bukti beberapa foto yang ditunjukan kadis Jack Benu ke anggota Pansus.
Marten Tualaka, ketua pansus mengatakan jika kejadian semacam itu maka diduga ada persoalan sosial di masyarakat yang perlu diselesaikan sehingga kondisi yang ada tidak merugikan masyarakat banyak.
Kadis Jack Benu mengatakan pihaknya akan mencari jalan keluar atas kondisi yang ada dan setelah jaringan air berfungsi pihaknya akan mensosialisasikan kepada warga soal pentingnya pemanfaatan bersama air dari sumber air di desa Fat tersebut. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *