Kata Warga, Embung Netulinah Kurang 3 Bak Air

oleh -858 views
Oenino, fakta-tts.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, balai wilayah sungai Nusa Tenggara satker NVT pembangunan bendungan dan embung pada tahun 2019 lalu membangun satu unit Embung di kampung Netulinah Desa Neke kecamatan Oenino kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Dalam kunjungannya ke Amanuban timur Senin (22/6/2020), Pimpinan dan anggota DPRD Timor Tengah Selatan (TTS) yang tergabung dalam Tim panitia khusus (Pansus) LKPJ Bupati TTS tahun 2019 berkesempatan melihat Embung tersebut.
Kepada tim pansus, Aleksander Akailupa dan salah satu warga lainnya yang terlibat sebagai pekerja saluran mengatakan  Embung tersebut ditunjang oleh enam bak penampung yang fungsinya untuk membagi distribusi air ke sejumlah titik di wilayah itu. Namun dalam pelaksanaan hanya dibangun tiga bak penampung. “Awalnya saat mau dikerjakan bilang ada enam bak yang mau dibangun tapi yang dikerjakan hanya tiga bak,”kata Akailupa.
Alexnader mengaku tidak tahu perusahaan atau pihak pelaksana pekerjaan embung yang dikerjakan pada 2019 itu.
Alexander juga mengaku saat pekerjaan berlangsung, kontraktor pelaksana turunkan material berupa samen dan baton tetapi dibawa pulang sehingga bak tampungan yang dikerjakan tiga unit. Meski demikian, Alexander mengaku hingga saat ini masyarakat belum nikmati karena masih gunakan air dari sumber mata air Amanuban Timur.
“Kami tidak fungsikan air dari embung tersebut karena kami fungsikan air yang sumbernya dari Amanuban Timur,”Ucapnya.
Ketua Pansus, Marthen Tualaka mengatakan jika fasilitas pendukung bangunan tidak lengkap maka akan berdampak pada sisi pemanfaatan oleh masyarakat. “Air memang ada tapi dari sisi manfaat apakah sudah dinikmati masyarakat seperti saat direncanakan, tujuan pembangunannya bagaimana ?,”katanya.
Wakil ketua Pansus Uksam Selan mengatakan jika apa yang disampaikan warga itu benar maka bisa dikatakan ada kekurangan item pekerjaan dan itu bisa dianggap pembangunannya gagal karena tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pansus berharap pihak pemerintah maupun pelaksana proyek agar menyelesaikan pekerjaan tersebut jika apa yang disampaikan warga soal jumlah bak penampung itu benar adanya.
Pihak pemilik maupun pelaksana proyek belum berhasil dikonfirmasi soal ini. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *