Kekeringan Lahan Kebun di Tubuhue Berpotensi Konflik, Warga Harap Pemkab-Polisi Turun Tangan

oleh -1.1K views
Tubuhue, fakta-tts.com – Sekitar tiga hektare (ha) lahan kebun milik kelompok tani (Poktan) Suka maju, Hidup baru dan kelompok wanita tani Kefas Tubunaus di desa Tubuhue kecamatan Amanuban barat kabupaten TTS,NTT kini alami kekeringan karena ketiadaan air untuk menyiram Tomat, Melon, Buncis, Bawang, Lombok, Kangkung, Jagung, Sawi, Paria dan Patola yang ada diatas lahan tersebut. Tak hanya kesulitan air untuk menyirami sayuran dan buah-buahan yang ada namun para petani yang mendiami wilayah disekitar perkebunan itu juga kesulitan mendapat air untuk dikonsumsi.

Man Bansae, Leonard Faot, Margarita Talan, Orpa Manobe, Daud Faot dan warga lainnya kepada fakta-tts.com di area perkebunan mengatakan, kesulitan air yang dialami bukan karena faktor alam, air kering namun karena jaringan pipa yang mengalirkan air ke area perkebunan di dusun C dan D tersebut di rusak oknum warga di dekat sumber air yang berada di batas wilayah desa Tubuhue dan keluran Cendana kecamatan Kota SoE.

“Sudah empat hari ini kami tidak siram tanaman kami karena bak bak yang ada kering. Air tidak sampai ke bak disini karena ada yang bikin rusak, potong pipa di sumber air kali Oeneontes. Air dari bak-bak ini juga yang diambil warga dusun sini untuk konsumsi, jadi sekarang ini kami sudah dapat air minum karena bak pembagi air disini kering,”kata Bansae didampingi sejumlah petani.
Dikatakan Bansae Rabu kemarin siang, dia dan sejumlah warga sudah mendatangi sumber air untuk memperbaiki jaringan pipa yang dirusak namun sepulangnya mereka dari tempat itu, pipa kembali dicabut dari sumber air. “Kami marah karena siang kita perbaiki sorenya mereka bikin rusak lagi,”kata Man.
Dikatakan karena kesal dengan kondisi yang ada, mereka menyampaikan hal itu ke kepala dusun D, Ayub Nubatonis. Dan Ayub Nubatonis sudah melaporkan hal itu ke pihak Polres TTS.
Man Bansae menyebut sujumlah nama warga yang dilaporkan ke polisi karena diduga sebagai perusak jaringan pipa tersebut. Oknum yang dilaporkan berinisial UI, GF,JT dan sejumlah warga lainnya.
Man Bansae mengatakan mereka tidak tahu alasan sebenarnya mengapa jaringan pipa distribusi ke wilayah mereka dirusak. Namun rumor yang didengar ada persoalan dalam keluarga dari beberapa warga disekitar titik pemasangan jaringan air tersebut.
Dikatakan jika persoalan itu tidak diselesaikan pihak pemerintah dan aparat hukum secara cepat maka dipastikan mereka akan menyelesaikan itu dengan cara sendiri. “Kalau ini pemerintah dan aparat tidak turun cepat untuk selesaikan maka bisa jadi keributan besar karena masyarakat di dua dusun ini cukup resah dan jengkel soal ulah oknum-oknum itu. Warga jengkel karena tanaman mereka kering dan air minum susah mereka dapat karena bak yang ada kering,”kata Man.
Di lokasi sumber air, Man sempat mencegat salah seorang pemuda  yang melintas dengan sepeda motor yang diduga sebagai bagian dari kelompok yang merusak jaringan pipa ke wilayah dusun C dan D desa Tubuhue. Pemuda ini membantah kalau dia adalah bagian dari kelompok warga di maksud.
Pantauan fakta-tts.com, sumber air yang menjadi titik pemasangan jaringan air ke dusun C dan D adalah kali yang berada tepat disamping rumah Imen Selan, warga Kelurahan Cendana. Sungai tersebut kata Man Bansae menjadi batas wilayah Tubuhue dan kelurahan Cendana.
Dititik tempat pemasangan jaringan tidak terlihat lagi pipa. Gulungan Pipa terlihat berada di titik lain yang tidak terlalu jauh dari titik pemasangan.
Sementara di area perkebunan, tanaman sayuran dan buah tampak layu. Tanaman melon dan Paria tampak daunnya mengering. Beberapa perempuan paruh baya dan anak-anak memegang jerigen menuju belakang area perkebunan. Ditempat itu ada sebuah kubangan air yang mulai mengering yang kini dimanfaatkan warga untuk menyiram tanaman. Sementara untuk konsumsi ada warga yang mengaku membeli air dari kendaraan pick up yang berkeliling kampung menjual air. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *