Kerusakan Jalan Seo Bill Tanggungjawab TPK

oleh -940 views
Kolbano, fakta-tts.com – Anggota DPRD TTS yang duduk di komisi I Selasa (21/7/2020) ke desa SeI kecamatan Kolbano untuk meninjau ruas jalan Seo Bill sepanjang 713 Meter dari samping gereja Kefas yang sebelumnya diadukan warga ke DPRD mengalami kerusakan di beberapa titik setelah dikerjakan masyarakat Mei lalu.
Setelah bertemu dengan pemerintah desa SeI, TPK dan pihak dinas PMD kabupaten TTS di kantor desa SeI, Uksam Selan (ketua komisi I) bersama Thomas Lopo, Hendrik Babys, Lusianus Tusalakh, Yoram Fahik, Yudi Selan dan Godlief Nabuasa melihat langsung ruas jalan tersebut.
Lapisan penetrasi (lapen) di titik samping gereja tampak terkelupas dan terjadi cekungan-cekungan kecil di badan jalan akibat lapen yang terkelupas itu. Batu pecah berserakan di badan  jalan yang membuat ketidaknyamanan pengguna jalan yang berkendaraan.
Panjang kerusakan di titik samping gereja mulai dari pertigaan jalan utama mencapai sekitar 20 meter. Kata warga setempat dan pemerintah desa kerusakan terjadi di beberapa titik yang total panjangnya bisa mencapai 400-an meter.
Proses pelaksanaan anggaran hingga pekerjaan fisik jalan yang bersumber dari dana desa tahun 2020 sebesar Rp 496 juta itu menjadi pembahasan Komisi I, dinas PMD, pemerintah desa, TPK dan Pendamping program di kantor desa.
Uksam Selan mempertanyakan soal pelaksanaan program tersebut sebelum penetapan APBDes 2020.
Sem Lake, sekretaris dinas PMD mengatakan proses administrasi pelaksanaan anggaran program dana desa tersebut tidak masalah karena APBdes-nya sudah terposting sebelum dikerjakan.
“Anggaran sudah sah karena sudah di-posting sehingga dilaksanakan. Ini juga Sudah lewati tahapan perencanaan,”katanya.
Uksam Selan menyampaikan jalan tersebut sebaiknya dirombak dan dikerjakan ulang karena jika hanya memperbaiki kerusakan yang ada dikuatirkan akan terjadi kerusakan dititik lain. Ini melihat kondisi kerusakan yang dugaan Uksam dikarenakan tekhnis pekerjaan dan material yang tidak berkualitas. “Karena dana yang dicairkan baru 10 persen ke pihak ketiga maka baiknya diperbaiki menyeluruh,”katanya.
Yudi Selan menyarankan perbaikan administrasi juga perlu dilakukan jika fisik pekerjaan diperbaiki pula.
Kades Enos Biaf menyampaikan pada Jumat pekan lalu telah dilakukan musyawarah khusus di desa antara pemerintah desa dan pelaku program yang didalamnya disepakati akan dilakukan perbaikan pada titik kerusakan oleh masyarakat yang materialnya disiapkan oleh suplier/penyedia barang jasa, Yung Boimau dsri CV Mandiri Jaya.
Dalam pertemuan ketua TPK, Dionisius Boimau menyampaikan fisik pekerjaan dilakukan oleh masyarakat sejumlah dusun di desa itu sementara pihak CV Mandiri Jaya yang mengadakan beberapa item material pekerjaan yang nilainya mencapai Rp 400-an juta, seemntara besaran dana HOK bagi masyarakat yang terlibat dalam pekerjaan tersebut sebanyak Rp 94 juta.
Pihaknya kata Boimau, baru membayar Rp 40 juta kepada CV Mandiri.  “Masyarakat yang menebar Ter, batu pecah dan pasir karena ada dana HOK-nya, kalau Ter, batu, pasir,alat berat dan lainnya disediakan perusahaan,”katanya.
Pendamping lokal desa, Yohanes Thoma kepada fakta-tts.com mengatakan jika terjadi kerusakan  fisik pada suatu pekerjaan dana desa maka hal tersebut menjadi tanggungjawab penuh dari TPK.
“Kalau ada kerusakan fisik pekerjaan maka itu tanggungjawab TIm pelaksana kegiatan (TPK), suplier hanya tanggungjawabnya menyiapkan barang atau jasa yang dibutuhkan desa,”katanya.
Thoma juga menyampaikan RAB pekerjaan jalan Seo Bill adalah Kader Tekhnik Desa yang kemudian diverfikasi oleh Pendamping Tekhnik Desa Infrastruktur (PTDI). Desa Kolbano dikatakan tidak memiliki PTDI sehingga untuk pengganggaran pekerjaan infrastruktur desa Kolbano menggunakan jasa tenaga PTDI kecamatan tetangga. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *