Petugas Rapid Test di Puskesmas Kota SoE Mengeluh, Kapus : “Dana Covid Belum Ada” 

oleh -1.1K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Salah satu petugas Rapid Test Covid-19 di Puskesmas Kota SoE kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Risto Selan mengeluh soal perhatian manajemen puskesmas kepada mereka yang melaksanakan tugas pelayanan covid-19 di puskesmas tersebut.
Kepada wartawan dan anggota DPRD TTS yang mengunjungi puskesmas itu, Senin (15/6/2020), Risto menyampaikan sebagai tenaga magang yang ditugaskan bersama empat petugas lainnya untuk melakukan Rapid Test, ia merasa mereka kurang mendapat perhatian dari puskesmas.
Ini bisa dilihat dari penyediaan fasilitas dan kebutuhan mereka sebagai petugas yang langsung berhadapan dengan warga yang diperiksa terkait penanganan pandemi Covid itu.
Kata Risto, vitamin tidak pernah diberikan oleh puskesmas, ia dan rekannya hanya sekali mendapat vitamin C yang diberikan dokter Henny, dokter di puskesmas tersebut. “Kami dikarantina tapi tidak pernah dikasih vitamin dari puskesmas padahal ini kebutuhan penting untuk ketahanan tubuh kami, kami memang pernah dikasih vitamin C oleh dokter Henny tapi itu satu kali saja, itupun sumbangan dari dokter Henny. Tempat tidur yang ada di ruang karantina itu juga dikasih dokter Henny, bukan dari puskesmas,”kata Risto dihadapan Ruba Banunaek dan Lusianus Tusalak, anggota Pansus DPRD TTS.
Dikatakan ia dan beberapa petugas magang di puskesmas sudah melakukan tugas rapid test itu sekitar satu bulan. “Sudah sekitar satu bulan kami lakukan tugas ini tapi vitamin saja tidak dikasih oleh puskesmas padahal kami taruhan nyawa. PNS dpt gaji tapi kami yang magang ini bagaimana,”kata Risto tenaga magang di puskesmas Tetaf yang diperbantukan di puskesmas Kota SoE sebagai petugas Rapidtest.
Risto menambahkan setahu dia makan minum mereka  dalam aktifitas tersebut ditanggung secara pribadi oleh kepala puskesmas.
Eplayanan yg kami dapat, jam 6-7 makan pagi, masuk mes siapkan APD yg harus dipakai.
Yulin Palar, kepala puskesmas (kapus) Kota SoE kepada tim pansus menyampaikan apa yang dilakukan sesuai kemampuan puskesmas karena pihaknya belum menerima dana penanganan cobid-19 dari dinas kesehatan. “Anggaran (Covid) belum kami dapat,”kata dokter Yulin kepada Marten Tualaka, Uskam Selan, Melianus Bana, Lorens Jehau, Abe Hoti, Thomas Lopo dan sejumlah anggota pansus.
Terpisah kepada fakta-tts.com, dokter Yulin mengatakan vitamin C tersedia di puskesmas tersebut namun stok yang ada berasal dari dana rutin puskesmas tiap bulannya bukan dari dana Covid-19. Untuk mendapatkan vitamin C tersebut, petugas tingga meminta saja kepada puskesmas. “Vitamin C itu ada, tapi mereka (petugas Rapidtest) tidak minta,”katanya.
Ruba Banunaek, menyayangkan kondisi yang terjadi di puskesmas kota Soe terkait penanganan covid-19.
“Dana sudah ada, untuk Dinkes itu paling besar sekitar Rp 14 miliar tapi kenapa bisa begini, puskesmas itu yang berada paling depan dalam penanganan seperti ini tapi kenapa di puskesmas kondisinya begini,”katanya. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *