Proyek Asrama Polres TTS Tidak Tuntas Sesuai Kontrak, Kapolres : “Rekanan Begitu Koq Bisa Menang?”

oleh -5.8K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Proyek pembangunan asrama polres Timor Tengah Selatan (TTS) yang dikerjakan Charli Baker dari CV Gamba’a tidak selesai sesuai kontrak. Pekerjaan tersebut sesuai kontrak mestinya sudah selesai Desember 2019 namun hingga Februari 2020 pekerjaan empat bangunan asrama tak kunjung rampung bahkan aktifitas buruh proyek tak lagi terlihat Senin (3/2/2020). Kabar beredar aktifitas sudah terhenti sejak Januari karena hak pekerja tidak dibayar oleh rekanan. Bahkan para buruh sudah mengadukan CV Gamba’a yang dipakai Charli Baker ke dinas tenaga kerja dan transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten TTS pekan lalu.

Kapolres TTS AKBP Aria Sandi,SIK yang dikonfirmasi Senin (3/2/2020) pagi di Mapolres TTS membenarkan terhentinya pekerjaan proyek tersebut. “Iya (pekerjaan terhenti), karena rekanannya tidak mampu serap anggarannya. Saya heran, rekanan seperti itu koq bisa menang saat tender, kontrak sudah ditandatangani tapi realisasinya tidak sesuai waktu yang ada dikontrak,”kata Kapolres Aria di ruang kerjanya.
Dijelaskan pihaknya sudah menanyakan hal itu ke Charli Baker dan yang bersangkutan menyampaikan kalau penyebab lambannya pekerjaan tersebut adalah kurangnya tukang. “Dia bilang kurang tukang, kita bilang bukan tukang yang kurang namun modalnya yang kurang, tukang itu banyak tapi mampu tidak?,”kata Kapolres Aria.
Disampaikan dana proyek tersebut sudah dicairkan sekitar 70 persen dari total dana sekitar Rp 2 miliar dan sisanya akan dikembalikan ke kas negara.
Kata Kapolres Aria, pihaknya sudah menyampaikan hal itu ke Polda NTT dan Polda akan menurunkan tim pemeriksa untuk memeriksa realisasi fisik proyek itu.
Dari hasil pemeriksaan itu baru diajukan permohonan dana lagi ke pusat untuk tahun 2021.
Dikatakan Kapolres Aria, untuk lingkup Polres TTS, Charli bukan hanya mengerjakan empat bangunan asrama polisi tersebut saja namun juga satu bangunan lain di dalam lingkungan Mapolres TTS dan bangunan asrama Polsek Amanuban Selatan. “(Asrama) Yang di Polsek Amanuban Selatan kondisi lebih parah lagi, fisiknya belum seperti yang disini, yang di selatan itu informasinya menantunya atau apalah yang kerja, bikin pusing kalau kerja model gini,”kata Aria yang baru menjabat Kapolres TTS pada akhir 2019 kemarin.
“Saya disini prosesnya sudah jalan, akhir tahun itu dia ajukan addendum tapi waktunya sudah diujung, mana bisa,”katanya.
Dikatakan meski pekerjaan sudah tidak selesai tepat waktu namun pihaknya belum melakukan PHK terhadap CV Gamba’a yang digunakan Charli Baker untuk kerjakan proyek tersebut.
Nomor telepon selular Charli Baker tidak aktif saat dihubungi pertelepon Senin malam dan selasa pagi untuk dikonfirmasi.
Tonny Fallo, Pokja di ULP yang melakukan proses lelang saat dihubungi pertelepon Senin malam  mengatakan saat pelelangan proyek itu hanya diikuti dua perusahaan salah satunya CV Gamba’a. Namun yang memenuhi syarat hanya CV Gamba’a sehingga perusahaan tersebut ditetapkan sebagai pemenang lelang proyek tersebut. “Ada dua perusahaan yang ikut lelang tapi yang satu tidak memenuhi syarat. Kalau untuk konsultan dibawah tiga tidak bisa, tapi kalau untuk konstruksi seperti ini bisa,”katanya.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *