Warga Nunukniti Tuntut Pertanggungjawaban Kades Didepan Pansus dan Camat

oleh -485 views

Fautmolo, fakta-tts.com – Kunjungan Pimpinan dan anggota DPRD Timor Tengah Selatan (TTS) yang tergabung dalam Tim panitia khusus (Pansus) LKPJ Bupati TTS tahun 2019 untuk uji petik lapangan di puskesmas Nunuhkniti kecamatan Fautmolo, Senin (22/6/2020) dimanfaatkan ketua LPM dan sejumlah warga untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait pengelolaan dana desa setempat tahun 2019 oleh kepala desa Yesaya Taneo.

Didepan camat Fautmolo, Apris Manafe dan tim pansus mereka menuntut pertanggungjawaban kades Yesaya atas sejumlah item pekerjaan program dana desa yang tak terselesaikan. Tak hanya soal program dana desa mereka juga menyampaikan pembagian bansos Covid-19 bagi warga setempat. “Kami harap ada pertanggungjawaban atas sejumlah program yang tidak selesai,”kata ketua LPM, Lazarus Lanu dalam pertemuan di lopo kantor desa Senin malam.
Maklon Uas salah seorang warga kepada wartawan mengatakan beberapa program yang dimintai pertanggungjawaban kades Yesaya diantaranya pekerjaan Bronjong yang diduga dikerjakan asal jadi dan program pengadaan 2000-an anakan jeruk keprok yang tidak lengkap. “Yang belum dikasih kepada warga sekitar 600-an pohon. Kami dengar SPJ-nya sudah selesai,”katanya.
Disampaikan ada delapan item persoalan yang sebelumnya sudah dilaporkan secara tertulis kepada pemerintah dan DPRD.
Camat Apris membenarkan penyampaian BPD dan warga tersebut. Kata camat dalam verfikasi pemerintah kecamatan ditemukan ada persoalan soal pertanggungjawaban kades. Pihak inspektorat pun kata camat Apris sudah melakukan pemeriksaan dan hasilnya ada hal yang perlu dipertanggungjawabkan kades Yesaya sehingga bupati Egusem Piether Tahun,ST,MM sudah menonaktifkan Yesaya dari jabatannya untuk mengurus pertanggungjawaban sejumlah item program dana desa. Jabatan kades Nunuhkniti untuk sementara dipegang camat Apris Manafe.
Ketua Tim pansus, Marten Tualaka mengatakan pihaknya tetap melakukan pengawasan terhadap program pemerintah kepada masyarakat termasuk dana desa. Ia mengapresiasi sikap warga setempat yang tak segan menyampaikan permasalahan yang ada di desa ke pemerintah untuk diselesaikan.
“Bupati sudah menonaktifkan pak Yesaya Taneo, saya pikir ini langkah tepat menjawab aspirasi warga, jadi kita sama-sama tunggu penyelesaian pertanggungjawabannya,”kata Tualaka. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *