Warga Pariti Kumpul di Kali Noelbiboko, Kabarnya Ingin Tolak Tambang Batu-Pasir

oleh -718 views

Kupang, fakta-tts.com – Sejumlah warga desa Pariti kecamatan Sulamu kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Minggu (28/6/2020) siang berkumpul di kali Noelbiboko, wilayah desa setempat.

Kabar yang diperoleh fakta-tts.com, berkumpulnya sejumlah warga itu untuk menyatukan persepsi soal rencana pembentukan suatu organisasi yang akan digunakan sebagai wadah untuk menolak aktifitas tambang Batu-Pasir (bahan galian golongan C) yang dilakukan sejumlah perusahaan tambang yang sudah bertahun-tahun beroperasi di kali yang mengairi lahan persawahan di Pariti dan sejumlah desa lain di wilayah kecamatan Sulamu itu.
“Kita kumpul itu untuk omong-omong saja soal rencana kita membentuk suatu organisasi peduli lingkungan. Memang soal rencana tolak tambang sudah menjadi suatu wacana kami untuk melakukan aksi. Tadi itu ada juga kawan-kawan dari LMND yang mau bergabung untuk memperjuangkan aspirasi kami,”kata Den Bainuan dan Yoskar Pelokila kepada fakta-tts.com, di dusun Merdeka usai pertemuan di kali.
Keduanya menyampaikan rencana penolakan terhadap aktifitas perusahaan itu didasari fakta lapangan di Pariti bahwa ada sejumlah area persawahan yang beberapa tahun ini tidak dapat dikelola seutuhnya oleh warga yang memiliki lahan karena air tidak sampai ke area persawahan mereka. Dugaan keduanya, air tidak masuk hingga ke beberapa area persawahan karena adanya aktifitas tambang pasir yang menghambat aliran air ke wilayah persawahan.
Upaya sejumlah warga ini juga menuai kontroversi beberapa warga lain. Ada warga yang berpendapat persoalan kekeringan di sejumlah area persawahan itu bukan disebabkan karena persoalan tambang Batu-Pasir tersebut namun memang karena curah hujan beberapa tahun terakhir yang tidak normal.
Malah muncul dugaan kalau upaya sesama warga  lainnya di desa tersebut karena ditunggangi kepentingan tertentu.
Hal ini dibantah keras oleh Den Bainuan yang menegaskan bahwa apa yang diupayakan itu murni karena melihat kondisi pertanian warga setempat khususnya dibidang pertanian sawah yang tertekan akibat air sungai Noelbiboko yang tak lagi menjangkau seluruh area persawahan yang ada dalam beberapa tahun terakhir.
Dikatakan Den Bainuan, sejumlah warga cukup dirugikan dari kondisi yang terjadi. Sehingga diharapkan ada Tindaklanjut dari DPRD dan Pemkab Kupang atas kondisi yang dialami warga.
Terkait pengelolaan galian C di wilayah itu Den menawarkan pengelolaan oleh desa melalui BUMDes agar hasil tambang dari potensi desa tersebut bisa dilihat oleh warga. Den mengatakan pihaknya belum tahu persis soal kontribusi sejumlah perusahaan tambang yang ada terhadap desa Pariti. (*/Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *