Bupati di Rakor Kominda TTS, “Ada Ormas Yang Intimidasi Kades Untuk Minta Uang”

oleh -2K views
Kota SoE, fakta-tts.com – Pemerintah kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (15/12/2020) menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh masyarakat, camat, lurah dan kepala desa di aula kantor bupati. Rakor tersebut juga dibarengi dengan rakor Komunitas intelijen Daerah (Kominda) tingkat kabupaten TTS yang dihelat kantor kesbangpol kabupaten TTS.
Bupati Egusem Piether Tahun,ST,MM dipembukaan kegiatan mengatakan rakor tersebut dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat dalam rangka perayaan Natal 25 Desember 2020 dan tahun baru 1 Januari 2021.
‘ini Demi mencipatakan Keamanan dan ketertiban kabupaten TTS dalam rangka perayaan Natal dan Tahun baru. Penggalangan informasi, pemantapan dan membangun stabilitas keamanan dan ketertiban masyrakat di wilayah kabupaten TTS menjadi tanggungjawab unsur pemerintah. Kita berharap perayaan Natal dan Tahun baru berjalan baik tanpa ada persoalan di masyrakat,”katanya.
Dalam materinya yang disampaikan pada rakor Kominda bupati Eppy Tahun mengungkap sejumlah permasalahan dibidang sosial, ekonomi, politik, keamanan, kesehatan dan lainnya yang tengah terjadi di masyarakat  dan kebijakan Pemda TTS untuk mengatasi persoalan yang terjadi.
Aksi intimidasi oleh oknum ormas ilegal kepada sejumlah kepala desa juga diungkap bupati Eppy Tahun.
Disampaikan ia telah menerima banyak laporan dari camat soal adanya oknum-oknum dari ormas tertentu yang tidak terdaftar di pemkab TTS yang turun ke desa-desa melakukan intimidasi kepada kepala desa soal pelaksanaan dana desa yang ujungnya mereka meminta uang dari pemerintah desa.
“Ada laporan dari camat di desa tertentu yang tidak perlu saya sebutkan , mereka datang dan meminta uang Rp 5 juta ke kepala desa, kepala desa kasih karena takut. Kalau yang begini  laporkan ke polisi biar mereka ditangkap dan diproses hukum,”katanya.
Disampaikan aksi intimidasi dengan tujuan meminta uang ini cukup meresahkan aparat pemerintah ditingkat bawah sehingga ia memerintahkan kepada Kesbangpol, kecamatan , kelurahan dan desa untuk mengawasi dan mengambil tindakan tegas jika ada aksi-aksi serupa di lapangan.
Data yang dipegang pemkab TTS, kata bupati Eppy Tahun, ada 64 ormas , LSM yang beroperasi di kabupaten TTS. Dari jumlah itu hanya 16 yang terdaftar.
Pada kesempatan tersebut Bupati Eppy Tahun juga menyampaikan masalah aktual lainnya di masyrakat yakni puskesmas protipe Noemuke yang tidak mau digunakan masyarakat setempat karena persoalan batas anatara desa Naib, Noemuke, Oekiu dan Kiubaat di kecamatan Amanuban selatan.
Dibidang politik bupati menyampaikan soal jumlah parpol yang ada dan yang meraih kursi di DPRD TTS dan jumlah dana pemerintah yang sudah dibayarkan ke 11 parpol peraih kursi di DPRD TTS.
Dibidang ekonomi, jelang perayaan natal dan tahun baru ini, persoalan antisipasi kelangkaan BBM kini menjadi salah satu sorotan pemkab TTS.
Operasi pasar terkait harga dan makanan kadaluarsa di kecamatan-kecamatan juga dilakukan untuk mengantisipasi persoalan luar biasa di masyrakat saat perayaan natal dan tahun baru. “Dalam operasi pasar tolong dilakukan secara manusiawi,  jangan emosi. Harap semua kecamatan laksanakan operasi pasar untuk menjamin bahan makanan yang beredar adalah layak konsumsi,”katanya.
Dibidang kesehatan bupati memerintahkan dinas kesehatan untuk berkoordinasi dengan unsur terkait untuk menggelar kegiatan di masyrakat yang intinya untuk mengantisipasi penularan penyakit saat peralihan musim, seperti diare dan DBD. “Dinas segera buat edaran ke camat, lurah dan kades untuk kegiayan antisipasi kebersihan lingkungan dan  bagi Abate,”katanya.
Untuk Dinas pertanian diharapkan untuk memantau kegiatan atau aktifitas petani dalam rangka mensukseskan target musim tanam tahun ini. “pembagian bibit, persiapan lahan harus dipantau dan dikawal secara baik agar target musim tanam tahun ini seluas 75 ribu hektare bisa terpenuhi..kalau capai target itu maka kebutuhan pangan kita terpenuhi bahkan bisa lebih,”katanya.
Dibidang Pendidikan diakui aktifitas KBM di sekolah sekolah terganggu karena pandemi covid-19.
Namun pihaknya sudah mengatasi persoalan itu dengan melakukan siaran pendidikan kepada siswa di semua tingkatan pendidikan melalui RSPD SoE.
Kebijakan tersebut dikatakan telah mendapat penghargaan dari pemerintah pusat karena menjadi daerah yang pertama kali mengadakan kegiatan tersebut dalam pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
Bupati juga meminta unsur-unsur terkait untuk mengawasi peredaran miras lokal di kabupaten TTS. Jika ada kejadian yang dipicu oleh konsumsi miras diharapkan segera dilaporkan agar ditindak secara hukum. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *