TTS Kembali ‘Hijau’, Agar Tak ‘Merah’ Lagi Pemkab Giatkan Hal Ini

oleh -1.9K views

Kota SoE, fakta-tts.com – Status pandemi Covid-19 kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), provinsi NTT kembali berada dititik aman. “Kita (TTS) kembali hijau (status zona hijau), setelah semua pasien sembuh,”kata Denny Nubatonis, kadis Kominfo kabupaten TTS yang juga sebagai juru bicara tim gugus penanganan covid-19 kabupaten TTS, lewat telepon kepada fakta-tts.com, Kamis (22/10/2020) pagi.

Status zona hijau covid kali ini adalah yang kedua kalinya. Sebelumnya pada sekitar Juli-Agustus lalu, kabupaten TTS menyandang status zona merah karena ada delapan orang pasien covid-19. Delapan orang itu kemudian sembuh dan TTS berstatus zona hijau. Beberapa bulan kemudian TTS kembali masuk zona merah karena ada pasieb baru sebanyak tujuh orang dari pelaku perjalanan. Tujuh orang pasien itu kemudian membuat TTS kembali ke zona merah dan hingga Senin (20/10/2020) ketujuh pasien baru itu dinyatakan sembuh dan TTS kembali ke zona hijau.  “Jadi total semua kita di TTS ada 15 orang pasien yang sudah sembuh,”kata Denny.
Ia mengatakan Pemkab TTS tengah berupaya untuk menjaga status ‘hijau’ ini, namun upaya tersebut kata dia membutuhkan peran aktif dari semua elemen masyarakat.
Kita giatkan program 3 M itu, Mencuci tangan, Memakai Masker dan Menjaga jarak di lingkungan masyarakat, tentunya ini butuh kesadaran dan partisipasi yang baik dari masyarakat juga,”katanya.
Pihaknya juga kata Denny terus berkoordinasi dengan KKP Laut dan Udara untuk mengidentifikasi pelaku perjalanan dari luar karena pelaku perjalanan ini yang menurutnya sangat rentan terhadap penyebaran covid di daerah. “Yang perlu kita waspadai itu pelaku perjalanan, untuk itu kita terus berkoordinasi dengan KKP Laut dan udara agar data pelaku perjalanan dari KKP ter-up date, sehingga bisa ditindaklanjuti dinas kesehatan untuk lakukan traking,”katanya.
Kepada pihak RT,RW dan pihak kelurahan maupun desa diharapkan secepatnya menyampaikan informasi kepada puskesmas terdekat jika ada pelaku perjalanan di wilayahnya yang kedatangannya tidak teridentifikasi oleh KKP.
“Kita minta RT,RW untuk lapor ke desa atau kelurahan jika ada pelaku perjalanan yang masuk di wilayahnya segera sampaikan ke puskesmas terdekat untuk tindaklanjutnya,”kata Denny.
Pihaknya untuk saat ini belum bisa menerapkan kembali kebijakan penjagaan di pintu masuk wilayah karena sejumlah pertimbangan. “Untuk pengaktifan kembali penjagaan di pintu  masuk, kita perlu berkoordinasi dengan pemerintah yang ada di tingkat atas. Untuk saat ini belum bisa kita terapkan lagi,”katanya. (Jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *