Biarkan Nenas Berlistrik

oleh -2K views
KEPALA PLN SOE

Kota SoE, Fakta TTS-PT.PLN (persero) wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana memperluas jangkauan listrik dari wilayah desa Fatumnasi menuju desa Nenas di kecamatan Fatumnasi kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tahun 2017 ini. Namun tiba-tiba terhenti dan.beredar kabar kalau upaya perluasan jaringan listrik itu.akan dibatalkan oleh PLN karena persoalan kawasan hutan Fatumnasi yang dilewati jaringan listrik ke Nenas.

Anehnya kabar pembatalan itu muncul disaat pekerjaan pemasangan material jaringan berupa tiang dan kabel sudah berjalan padahal kabarnya sudah ada edaran menteri kehutanan yang sebelumnya dijadikan dasar untuk perluasan jaringan tersebut ke desa Nenas.

Kabar yang tersiar kalau jaringan listrik ke desa Nenas itu akan dialihkan ke wilayah lain memantik reaksi warga,.mereka pun menolak rencana pengalihan tersebut dan mendesak pemerintah dan PLN melanjutkan pekerjaan pemasangan jaringan listrik ke Nenas.

Warga menyampaikan aspirasi mereka itu ke Uria Kore wakil mereka di DPRD TTS agar rencana pengalihan itu dibatalkan atau biarkan pekerjaan jaringan listrik itu dilanjutkan karena ada 4000-an warga di desa itu yang sudah menanti menikmati listrik PLN.

Kepada Fakta TTS melalui telepon, Jumat (24/11/2017) anggota DPRD asal partai Golkar ini mengatakan warga kesal saat mendengar kabar itu. “mereka dengar bilang mau alihkan ke tempat lain mereka menolak karena mereka sudah menanti lama untuk bisa menikmati listrik PLN,”katanya.

Tak hanya mengungkapkan itu ke pemda TTS, ia kemudian bersama rekan-rekan komisi III DPRD TTS, kepala desa, tokoh masyarakat dan tokoh adat berangkat ke Kupang Jumat (24/11/2017) untuk mengkonfirmasi kabar itu di manajemen PLN wilayah NTT, dinas kehutanan provinsi NTT dan Balai konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Kupang.

Apa hasilnya?, Selasa (28/11/2017) kembali lewat telepon Uria Kore menginformasikan kalau konfirmasi yang didapat dari pihak PLN wilayah NTT bahwa penghentian aktifitas pekerjaan jaringan listrik itu bukan karena mau dialihkan ke lokasi lain tapi hal itu dilakukan PLN karena ada kesalahan titik ordinat jaringan listrik yang melewati kawasan hutan lindung di wilayah kecamatan Fatumnasi. Sehingga pihak PLN wilayah NTT berencana mengubah titik ordinat tersebut dengan berkoordinasi dengan kementerian kehutanan. “PLN sementara berkoordinasi dengan kementerian kehutanan untuk memperbaiki titik ordinat jaringan listrik yang melewati hutan lindung tersebut. Jadi bukan dialihkan ke tempat lain, tapi ada perbaikan titik ordinat,”katanya.

‘Harus Dilanjutkan’

Kabar pengalihan jaringan listrik ke desa Nenas tersebut juga didengar Ruba Banunaek, anggota fraksi Golkar DPRD TTS. Ruba mengatakan pembangunan jaringan listrik ke desa Nenas itu harus tetap dilanjutkan atau tidak boleh dialihkan ke tempat lain karena sudah masuk dalam perencanaan PLN untuk wilayah TTS dalam rangka mensukseskan program ‘Indonesia Terang di tahun 2019’.

Apalagi kata Ruba ada surat edaran menteri kehutanan ke daerah-daerah kalau kementerian kehutanan mendukung upaya program Indonesia Terang 2019 yang dilecutkan presiden Joko Widodo itu. “harus tetap dilanjutkan ke Nenas. Masalah kawasan hutan lindung itu butuh koordinasi saja antara PLN, menteri kehutanan, pemda dan DPRD saja, taka da persoalan serius karena ini untuk kepentingan orang banyak dan ini dalam rangka realisasi program nasional Indonesia Terang di tahun 2019,”kata Ruba.

Kepala PLN rayon SoE, Ketut Sura Dipa, Senin (27/11/2017) di ruang kerjanya mengatakan informasi soal adanya rencana PLN mengalihkan perluasan jaringan listrik ke Nenas tersebut belum didengar, namun ia memastikan informasi tersebut tidak benar.

“sejauh ini tidak ada rencana pengalihan jaringan tersebut karena belum ada informasi dari PLN wilayah, jadi saya anggap itu informasi tidak benar. Tidak ada pengalihan,”katanya.

Ia mengakui ada penghentian sementara aktifitas pekerjaan jaringan ke Nenas oleh PT. Dwi Tekhnik karena terbentur persoalan kawasan hutan lindung, namun kendala tersebut lagi diproses PLN wilayah NTT dengan kementerian kehutanan. “pekerjaan terhenti sementara. kami sedang menunggu hasilnya, sambil tunggu ijin baru itu kami focus ke daerah lainnya dulu,”kata Sura.

Ketut Sura memastikan perluasan jaringan listrik untuk desa Nenas akan tetap dilakukan PLN karena hal tersebut dalam rangka realisasi program Indonesia Terang di tahun 2019. (jmb/pau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *