oleh -1.7K views

Oenino, Fakta TTS-Pemerintah daerah siap melakukan ganti rugi kepada warga yang lahannya tercakup dalam area pembangunan bendungam Temef yang meliputi tiga desa di kecamatan Oenino dan Polen kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Anggaran ganti rugi dialokasikan lewat APBD TTS.

 
Demikian disampaikan bupati TTS, Ir. Paul Mella,M.Si saat berbicara dihadapan pemerintah, DPRD, tokoh agama dan masyarakat yang menghadiri acara prosesi adat dan ibadah syukur pelaksanaan pembangunan jembatan Temef, Kamis (11/1/2018).
 
“Lahan masyarakat yang masuk dalam area bendungan ini pasti dihargai,”kata Paul Mella dalam sambutannya di acara tersebut.
 
Ia mengatakan area bendungan mencapai 480 hektoare (ha) dan dari luasan tersebut ada sekitar 180 ha yang menjadi lahan masyarakat.
Pemerintah dikatakan tengah melakukan verivikasi ulang terhadap luasan lahan masyarakat karena ada perubahan luasan wilayah kawasan bendungan menjadi lebih kecil dari sebelumnya.
“Kita sementara data ulang, kita verifikasu karena ada perubahan luasan bendungan,”katanya.
Setelah diperoleh data valid soal luasa lahan bendungan baru bisa dipastikan berapa banyak jumlah warga yang lahannya tercakup dalam wilayah hutan. Selain luas lahan, pemerintah juga melakukan pendataan terhadap tanaman, makam dan bangunan milik warga yang masuk dalam area bendungan untuk diganti rugi.
 
Sebelum acara ibadah syukur juga dilangsungkan prosesi adat permintaan restu pembangunan bendungan tersebut oleh pemerintah kepada sejumlah tokoh adat pemilik lahan dari desa Oenino, Konbaki dan Pene utara yang wilayahnya masuk dalam area bendungan.
Bupati Paul Mella beserta pejabat Forkopimda TTS dan pelaksana proyek PT Waskita Karya dan PT.Nindi Karya menyalami para tokoh adat pemilik lahan.(jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *