Danrem, Dandim, Bupati, Kadis &Petani Panen Padi Inpari di Bena

oleh -1.6K views

Bena, Fakta TTS-Jajaran pejabat TNI Korem 161/Wirasakti Kupang, Dinas pertanian provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) dan dinas pertanian kabupaten TTS, Rabu (16/5/2018) melakukan panen raya padi di areal persawahan desa Bena kecamatan Amanuban selatan.

Dari unsur TNI hadir Danrem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, kasiops, kasiter, Dandim 1621/TTS Letkol Rhino Carles Tuwo dan sejumlag pejabat Kodim 1621/TTS. dari pemerintah provinsi hadir kadis Pertanian Piet Muga dan jajaran, Kadis pertanian TTS, Otniel Neonane dan jajaran, camat Amanuban selatan Johanis Asbanu serta sejumlah kepala desa dan petani setempat.
Kadis Otniel Neonane mengatakan lahan padi yang dipanen secara simbolis tersebut seluas dua hektoare (ha) dari total lahan panen di Bena seluas 1.466 ha milik gabungan sejumlah kelompok tani (gapoktan). Diatas lahan siap panen tersebut ditanami beberapa varietas unggul seperti Inpari mugibat, Silosari, Kahayan, Yuwono dan Sidenuk yang merupakan benih dari Badan Tekhnologi Pertanian Nasional (Batan).
Varietas padi inpari mugibat yang dipanen secara simbolis oleh TNI dan pemerintah tersebut kata Neonane tingkat produktifitas cukup tinggi karena dengan setengah kilogram bisa hasilkan 450 kilogram gabah. untuk satu hektoare lahan kata Neonane hanya membutuhkan 25 kg untuk menghasilkan gabah sebanyak 20 ton.
Kadis pertanian provinsi NTT, Piet Muga mengatakan tahun ini ada peningkatan luas lahan sawah 16 ribu ha di sejumlah kabupaten di Provinsi NTT termasuk di kabupaten TTS. Perluasan lahan tersebut untuk menunjang program swasembada pangan yang digalakan presiden Joko Widodo dalam program Nawacita. saat ini kebutuhan beras NTT masih kurang 10 persen sehingga diharapkan dengan program perluasan lahan sawah yang dikerjakan bersama TNI dapat meningkatkan produktifitas padi di provinsi NTT.
Danrem Teguh mengatakan keterlibatan TNI AD dalam program perluasan lahan sawah tersebut berdasarkan kerjasama TNI dengan kementerian pertanian. TNI AD dikatakan hanya membantu pemerintah dan petani dalam mewujudkan swasembada pangan.
Sejauh ini ia melihat ada sinergitas yang baik antara pemerintah, TNI AD dan petani dalam melaksanakan program tersebut. ini terbukti pada tahun 2016 dan 2017 tidak dilakukan impor beras.
“TNI hanya membantu karena ada kerjasama dengan kementan yang tujuannya untuk swasembada pangan sesuai program nawacita presiden.
tahun 2016 dan 2017 tidak impor beras lagi artinya ketahanan pangan makin baik ini hukti dari sinergitas yang baik,”katanya.
Bupati Paul Mella mengatakan sejak adanya kerjasama pemerintah dan TNI dengan menerapkan tekhnologi pertanian, tampak ada perubahan perilaku petani dalam mengolah lahan dan itu berdampak pada produktifitas lahan yang meningkat.
“ada perubahan perilaku petani dalam mengolah lahan. waktu tanam menjadi tepat, serentak menanam dengan menerapkan tekhnologi. ini telah berikan dampak positif untuk produksi pertanian,”kata bupati Mella.
Dikatakan dengan pola pertanian yang memanfaatkan tekhnologi yang baik oleh petani maka areal persawahan Bena akan menjadi sentra benih padi.
Bupati meyakini sentra benih Padi bisa terjadi di Bena jika melihat luasan lahan, produksi pertanian dan pola pengolahan lahan yang terjadi di Bena saat ini.
Bupati Mella menyampaikan terimakasih kepada pemerintah pusat dan provinsi yang telah mengintervensi pengembangan pertanian di kabupaten TTS dengan sejumlah program dan bantun, serta jajaran TNI dan penyuluh yang telah mendorong perkembangan pertanian di kabupaten TTS menjadi lebih baik. Kehadiran Danrem di acara panen raya tersebut diharapkan menjasi motivasi petani dalam mengelola lahan untuk peningkatan produksi pertanian.
Panen tersebut dilakukan secara simbolis dengan alat manual berupa pisau sabit baru dilanjutkan dengan mesin panen bantuan pemerintah pusat.
Kadis pertanian TTS Otniel Neonane menambahkan dengan mesin panen tersebut panen satu hektoare lahan padi bisa diselesaikan dalam waktu 6 sampai 7 jam dengan bahan bakar minyak antara sekitar 7 liter.  sementara jika menggunakan cara manual panen satu hektoare lahan bisa memakan waktu 7 sampai 10 hari.
Dengan demikian panen akan lebih menghemat waktu dan biaya jika menggunakan alat atau mesin panen tersebut. (jmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *